Bagi Hasto, yang berasal dari Yogyakarta, lomba lari ini adalah kesempatan untuk mengaktualisasikan pemikiran Bung Karno dalam konteks kekinian. Harapannya, setiap peserta dapat mengambil lebih dari sekadar keringat dan capaian fisik dari kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat dan kedisiplinan yang dibangun di lintasan lari dapat diterjemahkan menjadi semangat membangun Indonesia.
"Ajang ini merupakan upaya membangun ikatan emosional dengan Bung Karno," tutur Hasto di area Parkir Timur Senayan. "Kami berharap para peserta meresapi ide dan pemikiran beliau, serta membangun kedisiplinan demi semangat Indonesia Raya," lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikannya dengan penuh keyakinan, menegaskan bahwa nilai historis dan pendidikan karakter menjadi inti dari penyelenggaraan acara tersebut. Dengan demikian, Soekarno Run 2026 tidak hanya meninggalkan jejak di aspal, tetapi juga berupaya mencetak jejak dalam ingatan dan kesadaran para pesertanya.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen