Menurutnya, masih banyak pedagang kecil yang kesulitan memenuhi syarat administratif yang rumit saat ingin mengadopsi pembayaran nontunai. Prosedur yang berbelit-belit itu justru menghalangi mereka untuk naik kelas.
Nah, dengan layanan iFortepay, prosesnya dibuat jauh lebih sederhana. Cukup sediakan KTP, swafoto bersama KTP, dan informasi dasar usaha. Gitu aja. Setelah terdaftar, merchant bisa memantau semua transaksi secara real time, baik yang pakai QR statis maupun dinamis. Platformnya juga dilengkapi fitur untuk cek status transaksi dan unduh laporan keuangan hal-hal praktis yang sangat dibutuhkan untuk mengelola usaha.
Perlu dicatat, saat ini iFortepay sudah melayani merchant UMKM dengan volume transaksi mencapai 1,2 juta per bulan. Ambisi mereka cukup tinggi: menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat di tahun 2026 ini. Target yang wajar, mengingat perusahaan ini bukan pemain baru.
Beroperasi sejak 2015, iFortepay punya pengalaman panjang menyediakan sistem pembayaran terintegrasi. Layanannya mencakup lebih dari 20 metode, mulai dari kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, sampai tentunya QRIS. Mereka juga sudah menjadi tulang punggung infrastruktur pembayaran bagi banyak entitas usaha di berbagai sektor.
Harapannya jelas. Layanan yang lebih mudah ini bisa memperluas jangkauan pembayaran digital, termasuk sampai ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani dengan optimal. Pada akhirnya, ini bukan cuma soal teknologi, tapi tentang memberi kesempatan yang sama bagi semua pelaku usaha untuk bertumbuh.
Artikel Terkait
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Tsunami Terdeteksi hingga 75 cm di Minahasa Utara
AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Senilai Ratusan Juta Dolar dalam Operasi Gabungan dengan Israel
Trump Desak Sekutu Buka Kembali Selat Hormuz, Alihkan Beban dari AS
Perbaikan Jalan di Rasuna Said Sebabkan Macet Parah Menuju Mampang Prapatan