Di tengah derasnya arus transformasi ekonomi digital, punya akses ke sistem pembayaran digital bukan lagi sekadar pilihan. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ini sudah jadi kebutuhan vital. Bagaimana tidak? Kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional sangat besar.
Angka dari Kementerian Kooperasi Bidang Perekonomian untuk 2025 menunjukkan, ada lebih dari 64 juta unit UMKM yang menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto. Potensi yang luar biasa, tapi sayangnya, jalan menuju digitalisasi seringkali terhambat birokrasi.
Menjawab persoalan ini, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay) meluncurkan layanan acquiring QRIS. Yang menarik, layanan ini memungkinkan pelaku usaha mendapatkan kode QRIS tanpa harus repot membuka rekening bank baru. Sebuah terobosan yang diharapkan bisa memecah kebuntuan.
CEO iFortepay, Valerino Wijaya, menjelaskan latar belakang inisiatif ini.
"Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif dan memudahkan transaksi di kalangan UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, masih banyak pedagang kecil yang kesulitan memenuhi syarat administratif yang rumit saat ingin mengadopsi pembayaran nontunai. Prosedur yang berbelit-belit itu justru menghalangi mereka untuk naik kelas.
Nah, dengan layanan iFortepay, prosesnya dibuat jauh lebih sederhana. Cukup sediakan KTP, swafoto bersama KTP, dan informasi dasar usaha. Gitu aja. Setelah terdaftar, merchant bisa memantau semua transaksi secara real time, baik yang pakai QR statis maupun dinamis. Platformnya juga dilengkapi fitur untuk cek status transaksi dan unduh laporan keuangan hal-hal praktis yang sangat dibutuhkan untuk mengelola usaha.
Perlu dicatat, saat ini iFortepay sudah melayani merchant UMKM dengan volume transaksi mencapai 1,2 juta per bulan. Ambisi mereka cukup tinggi: menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat di tahun 2026 ini. Target yang wajar, mengingat perusahaan ini bukan pemain baru.
Beroperasi sejak 2015, iFortepay punya pengalaman panjang menyediakan sistem pembayaran terintegrasi. Layanannya mencakup lebih dari 20 metode, mulai dari kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, sampai tentunya QRIS. Mereka juga sudah menjadi tulang punggung infrastruktur pembayaran bagi banyak entitas usaha di berbagai sektor.
Harapannya jelas. Layanan yang lebih mudah ini bisa memperluas jangkauan pembayaran digital, termasuk sampai ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani dengan optimal. Pada akhirnya, ini bukan cuma soal teknologi, tapi tentang memberi kesempatan yang sama bagi semua pelaku usaha untuk bertumbuh.
Artikel Terkait
Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap pada Libur Imlek 2026
Intelijen Korea Selatan: Putri Kim Jong Un Dipersiapkan Sebagai Penerus
BGN Percepat Distribusi Makanan Bergizi Jelang Libur Idulfitri 2026
Pengendara Motor Terlempar ke Jurang Usai Disalip Rombongan Moge di Cianjur