Kader PKB Geruduk Trans7, Aksi Menegangkan untuk Kehormatan Kiai!

- Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Kader PKB Geruduk Trans7, Aksi Menegangkan untuk Kehormatan Kiai!

Kader PKB Hadir dalam Aksi Solidaritas Jaga Kehormatan Kiai di Depan Kantor Trans7

Sejumlah kader dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut serta dalam aksi solidaritas yang digelar ribuan santri, alumni, dan kader Nahdlatul Ulama (NU) di depan kantor Trans7, Jakarta Selatan. Kehadiran PKB dalam aksi damai ini menegaskan komitmen partai dalam membela martabat para ulama dan pesantren.

PKB Tegaskan Aksi Solidaritas Wujud Tanggung Jawab Moral

Bendahara Umum DPP PKB, Bambang Susanto, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa keikutsertaan PKB merupakan bentuk solidaritas dan tanggung jawab moral. “Aksi ini merupakan wujud solidaritas PKB terhadap para ulama dan pesantren, tempat di mana PKB berakar dan tumbuh,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Rabu, 14 Oktober 2025.

Bela Marwah Ulama adalah Panggilan Nurani PKB

Bambang menegaskan bahwa PKB tidak akan tinggal diam ketika marwah para ulama dilecehkan. Ditegaskannya, PKB lahir dari rahim para kiai, sehingga pembelaan terhadap kehormatan mereka adalah bagian dari jati diri partai. “Ini bukan sekadar aksi, tapi panggilan nurani untuk menjaga kehormatan guru-guru kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang menyebut bahwa membela kiai bukan hanya soal loyalitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap akar peradaban dan moral bangsa. “Bagi PKB, membela kiai adalah menjaga kehormatan bangsa,” tutupnya.

Ribuan Massa Tuntut Permintaan Maaf dan Pencabutan Program TV

Aksi damai di depan kantor Trans7 ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah. Massa menuntut permintaan maaf sekaligus pencabutan program televisi yang dinilai telah melecehkan martabat pesantren dan para pengasuhnya.

Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/15/683265/kader-pkb-geruduk-trans7-jaga-kehormatan-kiai-

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar