Kader PKB Hadir dalam Aksi Solidaritas Jaga Kehormatan Kiai di Depan Kantor Trans7
Sejumlah kader dan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut serta dalam aksi solidaritas yang digelar ribuan santri, alumni, dan kader Nahdlatul Ulama (NU) di depan kantor Trans7, Jakarta Selatan. Kehadiran PKB dalam aksi damai ini menegaskan komitmen partai dalam membela martabat para ulama dan pesantren.
PKB Tegaskan Aksi Solidaritas Wujud Tanggung Jawab Moral
Bendahara Umum DPP PKB, Bambang Susanto, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa keikutsertaan PKB merupakan bentuk solidaritas dan tanggung jawab moral. “Aksi ini merupakan wujud solidaritas PKB terhadap para ulama dan pesantren, tempat di mana PKB berakar dan tumbuh,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Rabu, 14 Oktober 2025.
Bela Marwah Ulama adalah Panggilan Nurani PKB
Bambang menegaskan bahwa PKB tidak akan tinggal diam ketika marwah para ulama dilecehkan. Ditegaskannya, PKB lahir dari rahim para kiai, sehingga pembelaan terhadap kehormatan mereka adalah bagian dari jati diri partai. “Ini bukan sekadar aksi, tapi panggilan nurani untuk menjaga kehormatan guru-guru kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bambang menyebut bahwa membela kiai bukan hanya soal loyalitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap akar peradaban dan moral bangsa. “Bagi PKB, membela kiai adalah menjaga kehormatan bangsa,” tutupnya.
Ribuan Massa Tuntut Permintaan Maaf dan Pencabutan Program TV
Aksi damai di depan kantor Trans7 ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah. Massa menuntut permintaan maaf sekaligus pencabutan program televisi yang dinilai telah melecehkan martabat pesantren dan para pengasuhnya.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/15/683265/kader-pkb-geruduk-trans7-jaga-kehormatan-kiai-
Artikel Terkait
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Tambah Tiga Poin Penting di Kandang
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Jauh dari Zona Degradasi
Mahfud MD: Generasi Muda Harus Berani Bela Kebenaran demi Masa Depan Bangsa
Kebakaran di Samarinda Hanguskan Enam Bangunan, Diduga akibat Korsleting Listrik