"Yang masih bisa kita hitung totalnya Rp 15.685.000, mulai pecahan Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu, kebanyakan pecahan seratus ribu nilainya sepuluh juta," jelas Sunarti, salah seorang tetangga yang membantu.
Menurut penuturan warga setempat, Rasil biasa menyimpan uangnya dengan membungkusnya dalam kantong plastik, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kaleng. Kaleng itulah yang diletakkannya di area dapur, yang diduga menjadi titik awal kobaran api.
Respons dan Kondisi Korban
Kepala Desa Patampanua, Yusuf, memberikan konteks mengenai kehidupan Rasil. Ia menuturkan bahwa korban tinggal seorang diri dan sehari-hari bekerja sebagai petani. Meski memiliki anak, sang anak telah memiliki keluarga sendiri.
Yusuf menambahkan bahwa meski kebakaran cukup menghanguskan bagian dapur, respons dari pihak setempat telah diberikan. "Dia mengaku pemerintah setempat telah turun dan memberikan bantuan," tuturnya, mengisyaratkan adanya dukungan awal untuk meringankan beban sang kakek.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen