MKTR Buktikan Komitmen ESG dengan Raih Penghargaan Laporan Tahunan Terbaik

- Kamis, 11 Desember 2025 | 16:00 WIB
MKTR Buktikan Komitmen ESG dengan Raih Penghargaan Laporan Tahunan Terbaik

Di tengah desakan publik agar perusahaan lebih terbuka, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) justru sudah lebih dulu bergerak. Perusahaan agribisnis ini tak main-main soal tata kelola berkelanjutan. Buktinya? Mereka baru saja menyabet penghargaan bergengsi.

MKTR dinobatkan sebagai Pemenang Kategori Perusahaan Non BUMN/Non BUMD dalam Annual Report Award (ARA) 2024. Penghargaan ini diberikan karena laporan tahunan mereka dinilai kuat, komprehensif, dan secara konsisten memaparkan praktik governance serta keberlanjutan. Acara penganugerahannya sendiri digelar pada 8 Desember 2025 oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tahun ini, tema yang diusung adalah “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future.” Tema itu bukan sekadar hiasan. Ia mencerminkan esensi ARA bahwa laporan tahunan kini telah berubah fungsi. Laporan itu bukan lagi sekadar dokumen rutin, melainkan barometer nyata untuk mengukur keseriusan sebuah perusahaan membangun masa depan yang bertanggung jawab.

Bagi MKTR, trofi ini jelas bukan sekadar pajangan di etalase.

“Penghargaan ini adalah apresiasi atas konsistensi Manajemen MKTR dalam menjalankan perusahaan dengan integritas, keterbukaan, dan akuntabilitas,” ujar Komisaris PT Menthobi Karyatama Raya Tbk, Nadhif Kasyvilla.

“Bagi kami, laporan tahunan adalah jendela yang menunjukkan bagaimana strategi, manajemen risiko, dan komitmen keberlanjutan dijalankan secara menyeluruh,” tambahnya dalam keterangan pada Kamis (11/12/2025).

Pernyataan itu menegaskan bahwa capaian tersebut lahir dari disiplin manajemen yang menjadikan tata kelola dan keberlanjutan sebagai denyut nadi strategi perusahaan.

Memang, sebagai pemain di industri kelapa sawit, tekanan terhadap MKTR sangat besar. Sektor ini punya eksposur tinggi terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Mereka paham betul. Di era sekarang, keberlanjutan bukan lagi sekadar opsi, tapi sebuah kebutuhan bisnis untuk jangka panjang.

Karena itulah, integrasi prinsip-prinsip ESG tidak berhenti di tataran kebijakan atau sekadar di atas kertas. Prinsip itu benar-benar dijalankan. Ia menjadi acuan dalam pengambilan keputusan penting, menguatkan peran pengawasan Dewan Komisaris, bahkan sampai ke penyusunan indikator kinerja yang mengaitkan langsung performa manajemen dengan capaian keberlanjutan.

Di sisi lain, proses seleksi ARA dikenal sangat ketat. Ketua Dewan Juri, Lindawati Gani, menekankan satu hal. Kredibilitas pemenang tidak dinilai semata dari tampilan fisik laporan yang bagus.

“Penilaian dilakukan secara independen, objektif, dan profesional. Pengungkapan laporan harus mencerminkan internalisasi nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas,” tegas Lindawati.

Artinya, spirit integritas dan transparansi itu harus benar-benar hidup dalam praktik bisnis sehari-hari perusahaan.

Nah, kemenangan MKTR ini menjadi semacam validasi. Pendekatan tata kelola dan keberlanjutan yang mereka jalankan dinilai relevan dan sejalan dengan praktik terbaik di tingkat nasional. Namun begitu, bagi perusahaan ini, penghargaan jelas bukan garis akhir. Ia lebih mirip penanda jalan pengingat bahwa disiplin tata kelola harus terus dijaga, sementara kualitas pelaporan harus selalu ditingkatkan ke depannya.

Dengan landasan integritas, transparansi, dan keberlanjutan, MKTR kini menatap pertumbuhan jangka panjang. Visinya jelas: pertumbuhan yang tak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga punya dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Singkatnya, tata kelola berkelanjutan bagi mereka bukan cuma komitmen. Itu sudah menjadi identitas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler