Aturan Servis 25 Detik di Indonesia Masters, Fajar/Fikri: Main Kayak Biasa Aja

- Rabu, 21 Januari 2026 | 07:40 WIB
Aturan Servis 25 Detik di Indonesia Masters, Fajar/Fikri: Main Kayak Biasa Aja

JAKARTA – Sorotan tajam mengarah ke aturan baru BWF di Indonesia Masters 2026: servis harus dilakukan dalam 25 detik setelah reli berakhir. Tapi, bagi Fajar Alfian dan Moh Shohibul Fikri, regulasi yang diuji coba ini sepertinya bukan masalah besar. Buktinya, mereka dengan percaya diri melibas pasangan Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, di babak 32 besar.

Pertandingan di Istora Senayan, Selasa (20/1/2026) itu berakhir dengan skor meyakinkan, 21-16 dan 21-10. Dominasi mereka terlihat jelas dari awal hingga akhir. Tujuan aturan baru ini sebenarnya sederhana: menjaga tempo permainan tetap cepat dan dinamis, tanpa banyak jeda.

Lantas, bagaimana tanggapan sang pemain?

“Tadi kayak belum berasa aja...main kayak biasa aja sih, kayak normal-normalnya. Jadi kami belum paham juga sih tadi sebetulnya, belum ada peringatan dari wasit,”

Ujar Fikri seusai laga. Baginya, ritme permainan berjalan seperti biasa, tanpa tekanan berarti dari hitungan waktu yang baru.

Rekannya, MURIANETWORK.COM Alfian, punya cerita sedikit berbeda. Dia mengaku sempat kebingungan. Pasalnya, dia tidak terbiasa melihat indikator waktu servis yang tiba-tiba muncul di papan skor pertandingan.

“Bingung karena sebelumnya enggak lihat itu ada skor, ternyata ada skor di bawah, live score kami. Dan saya juga sempat berpikir oh itu 25 detik itu diwaktuin di situ gitu, tadinya enggak tahu karena enggak lihat partai sebelumnya,”

ungkapnya. Namun begitu, kebingungan itu tak sampai mengganggu konsentrasi bermain.

Mungkin ini karena karakter ganda putra sendiri yang memang cepat. Reli-reli pendek, diselingi serangan panjang, membuat pemain terbiasa bergerak tanpa banyak berhenti. Jadi, waktu 25 detik itu terasa cukup longgar bagi mereka.

Perlu diingat, aturan ini masih bersifat uji coba. BWF memberlakukan di sejumlah turnamen untuk melihat efektivitasnya. Intinya, pertandingan diharapkan lebih efektif, tapi pemain tetap diberi kesempatan untuk hal-hal kecil seperti minum atau mengelap keringat. Yang penting, penerima servis juga harus siap dan tidak menunda-nunda.

Kemenangan ini tentu saja mengantar Fajar/Fikri ke babak 16 besar. Performa mereka menunjukkan adaptasi yang cepat, sekaligus mempertegas status sebagai salah satu andalan tuan rumah di Istora Senayan. Aturan baru boleh saja hadir, tapi dominasi mereka sejauh ini tetap tak tergoyahkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar