“Apakah pasukan kita yang tergabung dalam ISF bertugas untuk melucuti senjata Hamas? Mengingat Israel tidak mau dari Turki dan Qatar, kalau demikian pasukan kita berpotensi untuk terlibat konflik dengan Hamas yang pasti tidak akan disetujui oleh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Peringatan untuk Posisi Diplomatik Indonesia
Di akhir pernyataannya, ahli hukum internasional itu memberikan peringatan keras mengenai posisi Indonesia yang juga tercatat sebagai anggota Board of Peace. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan agar kehadiran Indonesia tidak disalahartikan.
“Jangan sampai keberadaan Indonesia di BOP dijadikan legitimasi untuk tindakan Israel yang justru akan memperluas wilayah yang dikendalikan sampai Gaza,” tegas Hikmahanto.
Peringatan ini menggarisbawahi kompleksitas situasi dan tantangan diplomatik yang dihadapi Indonesia, di tengah upayanya untuk berkontribusi pada perdamaian tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar politik luar negerinya.
Artikel Terkait
BMKG Samarinda: Ekuinoks Picu Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Polda Riau Ungkap 3.164 Kasus Narkoba dan Pecat 18 Anggotanya Sendiri
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Batuceper Saat Dorong Kendaraan Hasil Curian
RSU Muslimat Ponorogo Resmikan Gedung Gus Dur, Perkuat Layanan Ibu dan Anak