MURIANETWORK.COM - Komisi VI DPR memberikan apresiasi atas respons cepat Pertamina dalam menangani serangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh sejumlah anggota komisi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, pada Rabu, 11 Februari 2026. Selain membahas penanganan bencana, rapat tersebut juga mengulas rencana penyaluran LPG 3 kg (gas melon) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Apresiasi untuk Respons Tanggap Darurat
Dalam forum itu, Anggota Komisi VI Andre Rosiade secara khusus menyoroti kinerja lapangan Pertamina. Ia menceritakan pengalamannya menyaksikan langsung kesigapan perusahaan dalam kondisi darurat.
“Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina, dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina, salah satu BUMN yang responsif untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam,” ungkap Andre Rosiade di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Andre menggambarkan bagaimana jajaran manajemen, termasuk seorang General Manager, turun langsung ke lokasi terdampak. Mereka tak hanya memastikan pasokan BBM, tetapi juga mengkoordinasikan pengiriman logistik bantuan untuk para pengungsi.
Kolaborasi dan Penanganan Kendala Infrastruktur
Dukungan tanggap darurat itu bahkan melibatkan anak perusahaan, Pertamina International Shipping, untuk mengamankan distribusi bahan bakar via laut. Anggota Komisi VI lainnya, Mufti Aimah Nurul Anam, turut mengakui bahwa upaya tersebut bukan hal mudah, mengingat kondisi infrastruktur yang rusak parah pascabencana.
“Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai,” jelas Mufti.
Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penyaluran energi di daerah bencana yang lebih matang ke depannya.
Artikel Terkait
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron
Kejagung Sita Uang Tunai Rp1 Miliar dari Kantor Perusahaan Tambang AKT
Dua Tersangka Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar Diamankan di Bandara Kualanamu