Peran Kepemimpinan dalam Kecepatan Respons
Aspek kepemimpinan juga menjadi sorotan. Anggota Komisi VI Darmadi Durianto menilai, kecepatan respons Pertamina tidak lepas dari peran pimpinannya yang selalu siap menerima masukan kapan pun.
“Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun, di-WA dia jawab, responsif sekali. Apalagi ke masyarakat, responsif sekali. Saya pernah minta tolong dan itu langsung bergerak,” tutur Darmadi.
Ia menambahkan bahwa apresiasi serupa bahkan datang dari masyarakat di daerah terpencil seperti Bawean, yang merasakan langsung dampak dari aksi cepat perusahaan.
Rincian Bantuan dan Strategi Distribusi
Dalam paparannya, Pertamina merinci bentuk dukungan energi yang disalurkan ke wilayah bencana, mencakup 3.287 tabung Bright Gas, 405,2 KL Dexlite dan Pertamax, 253 KL Avtur, serta 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 36 unit genset. Menghadapi tantangan akses darat yang terputus, perusahaan melakukan distribusi melalui jalur udara dan laut untuk memastikan bantuan tepat waktu sampai ke titik-titik paling terdampak.
Monitoring Penyaluran Gas Melon
Mengenai rencana penyaluran LPG 3 kg melalui KDMP, Pertamina menegaskan komitmennya untuk melakukan pemantauan ketat. Perusahaan juga menyatakan bahwa mekanisme penyaluran melalui koperasi ini tidak akan mematikan peran agen-agen penyalur yang sudah ada, melainkan dijalankan secara beriringan untuk memperkuat ketahanan energi di tingkat masyarakat.
Artikel Terkait
Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pria Lansia Disiram Air Keras Saat Berangkat Salat Subuh di Bekasi
Polisi Tangkap Penadah Baru dan Temukan Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi
NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Masuk Wilayah Udara Turki