Angka itu cukup menohok: lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas tercatat di Indonesia berdasarkan data BPS 2024. Namun, di balik statistik tersebut, tersimpan realitas yang tak mudah. Sekitar sepertiganya belum menamatkan pendidikan dasar. Partisipasi kerjanya pun hanya menyentuh 23,94%, dengan tingkat kemiskinan yang masih lebih tinggi ketimbang rata-rata nasional. Kondisi ini, menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, tak bisa dibiarkan.
“Berbagai upaya untuk mempermudah akses komunikasi bagi penyandang disabilitas harus dapat dukungan semua pihak,” tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam sebuah keterangan tertulis, Kamis lalu.
Baginya, ini soal membuka kesempatan yang sama. Agar setiap warga negara punya peluang terlibat aktif dalam pembangunan.
Di sisi lain, ada secercah langkah konkret yang patut dicatat. Pekan sebelumnya, Kementerian Koordinator PMK dan BRIN sepakat memperkuat sinergi. Mereka menandatangani perjanjian kerja sama yang fokus pada penyusunan rekomendasi kebijakan untuk membangun ekosistem bahasa isyarat. Ini bukan sekadar kerja sama administratif belaka, melainkan komitmen nyata untuk menyusun peta jalan aksesibilitas.
Artikel Terkait
Prabowo Tiba di Tokyo, Akan Temui Kaisar Naruhito dan PM Takaichi
Umat Katolik Fakfak Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat, Masuki Pekan Suci
Dinkes Flores Timur Siapkan Tujuh Posko Kesehatan untuk Semana Santa
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi