Di luar hiruk-pikuk teknis pencopotan, momen ini justru dilihat sebagai kesempatan untuk mengevaluasi praktik lama oleh sebagian kalangan legislatif. Anggota DPRD Jawa Barat Ronny Hermawan menyoroti perlunya perubahan cara pandang terhadap pemasangan gambar pejabat di tempat-tempat umum.
Menurut politikus dari Daerah Pemilihan Kota Depok-Kota Bekasi ini, esensi kepemimpinan seharusnya lebih diutamakan daripada sekadar kehadiran visual.
"Kalau saya pribadi, memang sebaiknya pejabat publik tidak sering-sering menampilkan wajah di billboard, reklame, jembatan, underpass," jelas Ronny Hermawan. "Jauh lebih penting bekerja nyata di tengah masyarakat. Jadi bukan kehadiran gambar, tapi kehadiran kerja dan kinerja jauh lebih utama."
Pergantian Slogan dan Narasi Baru
Selain menghapus mural, Pemprov Jabar juga menginisiasi pergantian narasi di ruang publik. Slogan 'Jabar Juara' yang selama ini identik dengan periode kepemimpinan sebelumnya, rencananya akan diganti dengan tagline baru, yaitu 'Jabar Istimewa'. Kebijakan ini mengindikasikan upaya pemerintah untuk membangun identitas dan corak kepemimpinan yang berbeda, sekaligus mengalihkan fokus publik dari figur individu menuju nilai-nilai yang lebih kolektif.
Langkah-langkah pembaruan visual semacam ini kerap menjadi perhatian, bukan hanya sebagai perubahan estetika, tetapi juga sebagai penanda peralihan periode pemerintahan dan visi yang hendak dibangun ke depan.
Artikel Terkait
Kalsel Siagakan Posko Karhutla Antisipasi Godzilla Elnino 2026
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari