Kondisi ekonomi Sumatera Barat memang memprihatinkan. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, tak bisa memungkiri itu. Padahal, potensi alamnya luar biasa, terutama sawit. Namun begitu, realitas di lapangan bicara lain: pertumbuhan ekonomi daerah itu justru yang terendah se-Sumatera.
Dalam sebuah rapat dengan jajaran Pelindo belum lama ini, Andre mendesak perusahaan pelabuhan negara itu untuk turun tangan. Ia meminta langkah konkret, bukan sekadar wacana. Menurutnya, intervensi serius lewat pembangunan infrastruktur strategis adalah sebuah keharusan.
Ucapnya pada Kamis lalu. Sorotannya jelas: lemahnya industri. Memang ada Pelabuhan Teluk Bayur yang beroperasi baik, tapi itu tak cukup. Imbasnya, utilisasi kontainer yang masuk pun rendah, hanya terisi sekitar 30 persen. "Kita tidak punya industri besar selain Semen Padang," ujarnya. Padahal, peluang dari crude palm oil (CPO) begitu besar.
Di sinilah ia melihat Pelabuhan Air Bangis di Pasaman Barat bisa jadi pemain kunci. Jika dikembangkan optimal sebagai hub distribusi dan pengolahan CPO, dampaknya bisa mengubah segalanya. "Kita bisa bangun depo Pertamina dan juga depo CPO di sana," tutur Andre. Ia membayangkan, pasokan sawit tak hanya dari Pasaman Barat, tapi juga Agam bahkan Sumatera Utara, bisa dialihkan ke Air Bangis. Logistiknya pasti lebih efisien ketimbang lewat Medan.
Tak cuma di sana. Wilayah Pesisir Selatan hingga perbatasan Bengkulu punya cerita serupa. Sawitnya melimpah. Andre mendorong dibangunnya pelabuhan khusus CPO di kawasan itu agar rantai pasok lebih pendek dan ekonomi masyarakat langsung terdongkrak.
Artikel Terkait
Dody Hanggodo Soroti Otak Konslet Generasi Muda PU, Imbau Publik Tak Berprasangka Buruk
Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 1 Tewas dan 11 Luka Berat
Kejari Bangka Selatan Terima Tiga Kasus Baru: Penganiayaan, PETI, dan Pencurian dari Mertua
Polisi Buru Tiga Pelaku Bacok di Cilandak Usai Keributan Berawal dari Medsos