Bantaran Kali Cengkareng pagi itu ramai. Bukan oleh pedagang atau warga yang lalu-lalang, melainkan oleh ratusan personel berseragam dan sipil yang sibuk mengangkut karung demi karung sampah. Polres Metro Jakarta Barat, bersama Kodim setempat dan Pemkot, turun langsung melakukan kerja bakti besar-besaran.
Menurut Kapolres, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, aksi bertajuk 'Jaga Jakarta Bersih' ini tak lepas dari arahan Presiden dan Kapolri. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang lebih asri. "Ini upaya kita mengantisipasi banjir," ujarnya, seraya menambahkan bahwa lokasi bantaran kali sengaja dipilih sebagai fokus utama pada Minggu, 8 Februari itu.
Namun begitu, bagi Twedi, maknanya lebih dalam dari sekadar membersihkan selokan.
"Kerja bakti bukan sekadar membersihkan saluran air, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga Jakarta Barat tetap bersih, sehat, dan aman bagi seluruh warganya,"
tegasnya.
Sebelum acara dimulai, apel gabungan dipimpin langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Dia didampingi Kapolres dan Dandim 0503/JB, Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan. Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.036 personel gabungan terlibat dalam gerakan ini.
Dalam sambutannya, Iin menegaskan bahwa ini adalah tindak lanjut langsung instruksi dari pusat. Fokusnya praktis: mengoptimalkan saluran pembuangan air menuju drainase makro dan sungai, terutama di titik-titik yang sering jadi langganan genangan.
"Kerja bakti ini bertujuan memastikan saluran air tidak tersumbat, sehingga mampu meminimalisir potensi banjir di tengah intensitas hujan yang masih tinggi pada Februari ini,"
jelas Iin.
Pemilihan Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, sebagai lokasi utama pun punya alasan kuat. Daerah ini punya catatan panjang soal genangan saat musim hujan. Pascabanjir beberapa waktu lalu, sampah yang terbawa arus juga makin menumpuk. Volume sampahnya meningkat signifikan.
Di sisi lain, kegiatan semacam ini lebih dari sekadar aksi fisik. Ia berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif. Gotong royong yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, dan unsur masyarakat ini diharapkan bisa memperkuat sinergi. Bukan cuma untuk hari ini, tapi untuk menjaga Jakarta Barat ke depannya.
Jadi, selain mengangkat berton-ton sampah, yang mereka angkat sebenarnya adalah semangat kebersamaan. Dan itu, rasanya, yang paling dibutuhkan.
Artikel Terkait
Saksi di Sidang Korupsi Chromebook Akui Takut pada Jurist Tan
160 Warga Jabar Jalani Operasi Katarak Gratis Lewat Kolaborasi Kemensos dan PERDAMI
Pemerintah Jelaskan Penonaktifan Peserta BPJS PBI sebagai Bagian Pemutakhiran Data
KPK Periksa Anggota Komisi V Terkait Kasus Korupsi Proyek Kereta