MURIANETWORK.COM - Satu keluarga menjadi korban dalam musibah tanah longsor yang menerjang Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (7/2/2026) sore. Peristiwa yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya selamat dengan luka ringan setelah rumah mereka tertimbun material longsor. Bencana alam di wilayah yang sama juga merusak delapan rumah di desa lain akibat angin kencang.
Kronologi dan Dampak Longsor
Bencana terjadi pada Sabtu sore, di tengah curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut dengan intensitas cukup tinggi. Material tanah dan bebatuan yang longsor secara tiba-tiba langsung menghantam satu rumah warga. Dua orang yang berada di dalamnya, yang merupakan satu keluarga, tertimbun oleh reruntuhan. Tim penolong kemudian berhasil mengevakuasi keduanya dengan kondisi yang berbeda.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi dampak tragis dari insiden tersebut. "Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan akibat tertimbun material longsor," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Minggu (8/2/2026).
Angin Kencang Rusak Rumah Warga
Selain tanah longsor, cuaca ekstrem pada hari yang sama juga memicu bencana lain di kabupaten tersebut. Angin kencang yang melanda Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Delapan unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terjangan angin.
Abdul Muhari menambahkan detail dampak dari peristiwa angin kencang ini. "Sebanyak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, mengalami kerusakan ringan," ungkapnya.
Penanganan dan Korban Terdampak
Bencana angin kencang tersebut berdampak pada puluhan warga setempat. Setidaknya 45 orang merasakan akibat langsung dari rusaknya tempat tinggal mereka. Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah bergerak cepat untuk melakukan kajian awal dan memberikan penanganan di lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga serta menilai kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Serangkaian kejadian di Wonosobo ini kembali mengingatkan akan kerentanan beberapa wilayah terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama pada periode musim hujan. Koordinasi antar lembaga terkait dan kewaspadaan warga menjadi faktor kunci dalam mitigasi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine
PSM Makassar Kalahkan PSBS Biak 2-1, Jauhi Zona Degradasi