Ankara tak tinggal diam. Turki secara resmi mengutuk keras serangan mematikan yang menimpa warga sipil pengungsi di Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026.
Rasanya pilu sekali. Pemerintah Turki menyampaikan duka yang mendalam atas banyaknya korban jiwa dalam insiden tersebut. Serangan itu dilancarkan oleh Rapid Support Forces (RSF), yang secara sengaja menargetkan sebuah kendaraan yang penuh dengan pengungsi.
Lewat sebuah pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan keprihatinannya.
Menurut keterangan pihak kementerian, kendaraan yang diserang itu sedang mengangkut keluarga-keluarga yang terpaksa kabur dari rumah mereka sendiri, menghindari peperangan yang tak kunjung reda.
Nada pernyataan Turki pun tegas. Mereka menilai aksi ini bukan sekedar pelanggaran kecil.
Artikel Terkait
Panglima TNI Ambil Alih Langsung BAIS Usai Dugaan Keterlibatan Personel dalam Kasus Kontras
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Jalur Mudik Berlanjut Lewat KRYD
Arus Balik Lebaran Picu Lonjakan Lalu Lintas 202% di Tol Layang MBZ
Arus Balik di Simpang Ajibarang Ramai Lancar Meski Diguyur Hujan