Target Juara Umum, Atlet Angkat Berat Indonesia Siap Hadang Thailand di ASEAN Para Games

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:55 WIB
Target Juara Umum, Atlet Angkat Berat Indonesia Siap Hadang Thailand di ASEAN Para Games

Targetnya jelas: juara umum. Itulah yang dibidik kontingen para angkat berat Indonesia di ASEAN Para Games 2025 nanti. Tapi, jalan menuju puncak itu takkan mudah. Thailand, sang tuan rumah yang bakal menggelar ajang ini pada 20-26 Januari 2026, dipastikan menjadi pesaing terberat.

Untuk menghadapi persaingan ketat itu, Indonesia mengerahkan 15 atlet. Komposisinya campuran antara senior-senior berpengalaman dan wajah-wajah baru yang penuh semangat. Sebut saja nama-nama seperti Ni Nengah Widiasih, Siti Mahmudah, dan Sriyanti. Mereka masih jadi andalan utama pencarian medali. Tak ketinggalan Nurtani Purba, yang meski usianya tak lagi muda, tekadnya masih membara.

Di sisi lain, ada juga darah segar yang siap debut. Delima Yunia Susanti, Eliana, Hilman, dan Muhammad Mabruk Arib Dzaky akan merasakan atmosfer kompetisi besar untuk pertama kalinya. Dari cabang olahraga ini saja, target yang dicanangkan cukup ambisius: delapan emas, enam perak, dan satu perunggu.

Pelatih Coni Ruswanta mengaku optimis, meski sadar betul tantangannya besar. Lima belas atletnya akan berebut podium di 14 nomor pertandingan dari total 18 nomor yang dipertandingkan. Artinya, peluang untuk mendominasi dan meraih juara umum cabor terbuka lebar.

"Soal peluang, target ini bisa dibilang gampang-gampang susah," ujar Coni Ruswanta, Sabtu (17/1/2026).

"Lawan utamanya ya tuan rumah sendiri. Kita nggak tahu trik apa yang mereka siapkan. Tapi kami sudah punya antisipasinya."

Menurutnya, Thailand seperti sengaja menyimpan tenaga. Mereka jarang tampil di kejuaraan lain tahun ini, sebuah tanda yang patut diwaspadai. "Mungkin ini peringatan tersendiri buat kita. Tapi, kami tetap optimis bisa jadi juara umum di cabang angkat berat. Mohon doanya saja," tambah Coni.

Persiapan akhir pun dijalankan dengan cermat. Setelah sehari istirahat untuk pemulihan, para atlet langsung disibukkan dengan jadwal latihan. Coni memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.

"Program latihan sudah kami rancang dari jauh-jauh hari, tinggal diterapkan di sini. Beberapa teknik khusus juga sudah disiapkan biar angkatan atlet bisa maksimal," jelasnya.

"Kami ikuti jadwal dari panitia. Untuk sekarang latihannya belum berat, bebannya baru sekitar 50 persen. Nanti akan kami naikkan bertahap."

Sementara dari sisi atlet, semangat juang tetap tinggi. Nurtanti Purba, misalnya. Di usia ke-50 tahun, ia bertekad menjadikan partisipasinya di ASEAN Para Games kali ini sebagai yang terakhir dan terbaik.

"Alhamdulillah, latihan saya sudah mulai memuaskan," kata atlet asal Sumatera Utara itu.

"Mudah-mudahan bisa memberi yang terbaik dan dapat emas. Yang penting berjuang dulu untuk Indonesia."

Peraih dua emas di APG 2022 Solo ini tak gentar meski harus berpindah kelas. Awalnya ia dijadwalkan di nomor 73 kg putri, namun akhirnya harus bertarung di kelas 86 kg. Tapi bagi Nurtanti, itu bukan masalah besar.

"Mental saya sudah siap. Sudah sering keliling bertanding. Siapapun lawannya, saya hadapi," tegasnya.

"Semoga semua atlet tetap semangat untuk Indonesia."

Pertarungan di platform angkat besi Thailand nanti, jelas, akan menjadi salah satu penentu. Semua mata tertuju pada mereka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar