Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Jepang kembali menegaskan komitmen untuk mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea. Penegasan ini muncul di tengah langkah Korea Utara yang terus memperkuat kemampuan nuklirnya.
Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan Menteri Pertahanan Korsel Ahn Gyu-back dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi di Seoul, Minggu (28/6). Keduanya sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral maupun trilateral bersama Amerika Serikat.
"Kami menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Semenanjung Korea dan terwujudnya perdamaian yang langgeng," demikian bunyi pernyataan Kemhan Korsel.
Kedua menteri juga sepakat memperkuat kerja sama pertahanan serta menghidupkan kembali latihan gabungan pencarian dan penyelamatan di laut. Kemhan Korsel menyebut mereka berpandangan untuk terus bekerja sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah situasi keamanan yang serius.
Hubungan pertahanan Seoul dan Tokyo terus menghangat sejak 2022, meski sebelumnya kerap terganggu oleh sengketa sejarah masa penjajahan Jepang di Semenanjung Korea.
Pernyataan bersama itu muncul setelah pemimpin Korut Kim Jong-un kembali berjanji memperkuat kemampuan militernya. Awal bulan ini, Kim menyatakan akan membekali angkatan laut Korut dengan senjata nuklir, membangun kapal perang yang lebih besar, serta melanjutkan pengembangan rudal. Ia juga menuding modernisasi militer Korsel dan AS telah mendorong kawasan menuju "ambang perang nuklir".
Artikel Terkait
Cegah Stunting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah di Sleman
Damkar Depok Evakuasi Jenazah 200 Kg dengan Peralatan Khusus
Tri Tito Karnavian Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini
Kompetisi Inovasi Teknologi ELITE 2026 Digelar UIKA Bogor, Diikuti 12 Tim Pelajar