Cegah Stunting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah di Sleman

- Minggu, 28 Juni 2026 | 13:50 WIB
Cegah Stunting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah di Sleman

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan itu merupakan bagian dari Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Wihaji meninjau langsung implementasi program tersebut di Sleman pada Kamis, 25 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemenuhan gizi tetapi juga perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal.

"Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kecukupan gizi, kita juga perlu memastikan bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang sehat, memiliki sanitasi yang baik, serta rumah yang layak untuk mendukung tumbuh kembang anak," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Minggu, 28 Juni 2026.

Program Genting bukan sekadar bantuan fisik, melainkan gerakan gotong royong yang menyentuh akar permasalahan keluarga sasaran. Di Dusun Glondong, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Dwi Rahayu (32) menjadi salah satu penerima manfaat. Sebagai ibu menyusui dengan tiga anak, termasuk bayi berusia 1,5 bulan, ia harus berjuang sendiri setelah ditinggal suami. Selama ini, Dwi tinggal bersama orang tuanya, Suparjiman (72) dan Sriyatun (68), di rumah beratap seng dan dinding batako dengan kamar mandi yang jauh dari layak.

Di dusun lain, Pakem, Desa Tamannartani, Kecamatan Kalasan, Nenek Paiyem (73) hidup sebatang kara bersama keponakannya, Heri Kiswanto (33). Rumah berukuran 6 x 3 meter harus dihuni dua keluarga. Heri, yang bekerja sebagai tenaga lapangan di Dinas Lingkungan Hidup dengan penghasilan Rp2,8 juta per bulan, menghidupi istri, Aprilia Nurjanah (29), dan anak balita mereka, Listiana Jannatin Najla (57), serta membantu Nenek Paiyem yang mengumpulkan barang bekas.

Bantuan rehabilitasi rumah senilai Rp50 juta per keluarga melalui Program Genting, didukung mitra Bank Syariah Indonesia (BSI), menjadi katalisator bagi Dwi dan Nenek Paiyem untuk mendapatkan hunian yang lebih sehat. Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat untuk menjadi "orang tua asuh" bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Penyerahan bantuan Genting di Sleman merupakan rangkaian menuju puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 pada 2026 yang akan dilaksanakan Senin, 29 Juni 2026, di Kota Yogyakarta.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags