Jakarta Pendapatan bersih PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) di kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp4 triliun. Angka ini turun empat persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tapi jangan salah, laba bersih mereka malah naik delapan persen secara tahunan, menjadi Rp173 miliar. Alhasil, margin laba bersih ikut terdongkrak ke level 4,3 persen.
Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, bilang kalau perusahaan sedang berusaha keras menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas. Menurut dia, langkah-langkah efisiensi operasional sudah dijalankan, profitabilitas diperkuat, dan pengelolaan risiko diterapkan dengan disiplin khususnya di segmen pembiayaan.
“Tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini. Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Nah, soal segmentasi, kinerja perusahaan ternyata menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Fokusnya tetap pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi. Di segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, misalnya, MPMulia mencatat hasil operasional yang campur aduk.
Bisnis distribusi mengalami penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar lima persen (yoy). Namun, pendapatan purna jual justru meningkat empat persen (yoy). Sementara di bisnis ritel, pendapatan penjualan tumbuh tiga persen (yoy), meskipun pendapatan purna jualnya merosot dua persen (yoy).
Di sisi lain, segmen asuransi MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan hingga 17 persen (yoy) menjadi Rp204 miliar. Penyebab utamanya? Penurunan kontribusi dari lini kendaraan bermotor dan properti. Namun begitu, biaya pendapatan mereka juga ikut turun 22 persen (yoy). Jadi, masih ada sisi positifnya.
Lalu, bagaimana dengan bisnis penyewaan kendaraan? MPMRent mencatat aktivitas yang lebih moderat. Pendapatannya turun empat persen (yoy) menjadi Rp368 miliar. Tapi, laba kotor justru naik sembilan persen (yoy) menjadi Rp83 miliar. Margin laba kotornya pun meningkat ke angka 22,6 persen.
Sementara itu, di segmen pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mengalami penurunan pendapatan yang cukup tajam 43 persen (yoy). Langkah ini diikuti dengan pemangkasan beban operasional, beban provisi, dan biaya terkait aset lainnya. Hasilnya? Rugi bersih berhasil ditekan hingga Rp38 miliar.
Artikel Terkait
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal dan Deregulasi
Perumda Sewakadarma Operasikan Mesin Pencacah Sampah Organik di Enam Pasar Tradisional Denpasar
Menteri HAM Bentuk Tim Asesor untuk Seleksi Aktivis HAM di Bawah Komnas
Kakek 103 Tahun Asal Bantul Akan Jadi Calon Jemaah Haji Tertua pada 2026