Di balik rasa prihatin atas peristiwa ini, MA justru menyampaikan apresiasi kepada KPK. Yanto melihat pengusutan oleh lembaga antirasuah eksternal ini sebagai bentuk sinergi yang membantu upaya internal MA dalam membersihkan institusinya dari oknum-oknum yang mencoreng martabat kehakiman.
"Walaupun menyakitkan, namun peristiwa ini membantu mempercepat Mahkamah Agung untuk 'bersih-bersih' terhadap hakim di lingkungan Mahkamah Agung yang masih mau melakukan transaksi kotor," ungkapnya.
Dia menambahkan, "Sehingga nantinya, diharapkan benar-benar tersisa hakim yang memiliki komitmen antijudicial corruption, selalu menjaga integritas, harkat, dan martabat hakim."
Pernyataan tegas dari lingkungan MA ini mencerminkan kesadaran akan urgensi restorasi kepercayaan publik. Langkah kooperatif dengan KPK, meski terasa pahit, dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan hanya hakim dengan integritas tinggi yang mengawal proses peradilan di Indonesia.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis