Namun begitu, Pramono tak menampik kenyataan pahit. Perbaikan dadakan di tengah guyuran hujan punya risiko. Jalan yang baru ditambal berpotensi rusak lagi kalau hujan deras mengguyur tak karuan. Tapi ya, apa mau dikata? Menunggu hujan reda sama sekali bukan pilihan.
“Walaupun kemudian ketika hujan akan mohon maaf pasti sebagian ada yang terbongkar kembali,” ucapnya mengakui.
Intinya, pekerjaan harus jalan terus. Lebih baik bertarung dengan cuaca daripada membiarkan warga bertaruh nyawa di jalan yang tak layak.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis