Maruf Amin Tegaskan Dukungan untuk Palestina Syarat Utama Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:00 WIB
Maruf Amin Tegaskan Dukungan untuk Palestina Syarat Utama Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, KH Ma'ruf Amin memberikan tanggapannya soal keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace. Wapres ke-13 RI itu menegaskan satu hal: sikap politik luar negeri kita terhadap Palestina sudah jelas sejak puluhan tahun lalu.

"Kita itu kan tetap punya target kita atau politik luar negeri kita di dalam masalah Palestina," ujar Ma'ruf.

Dia mengingatkan, komitmen itu sudah ada sejak 1955. Intinya sederhana: Indonesia menghendaki kemerdekaan penuh bagi Palestina.

Pria yang ditemui di sekitar Kementerian Haji dan Umrah, Sabtu lalu, juga menyebut dukungan Indonesia pada penyelesaian konflik lewat two state solution. Itu prinsip utamanya. Nah, terkait keikutsertaan dalam BoP, Ma'ruf sebenarnya tak terlalu mempersoalkan. Asalkan, satu syaratnya dipenuhi: Indonesia harus tetap memegang teguh sikapnya yang mendukung kemerdekaan Palestina.

"Jadi sepanjang mengarah ke sana, itu saya kira tidak menjadi masalah," katanya lagi.

Tapi, bukan berarti dia menerima begitu saja. Ada catatan penting. Menurut Ma'ruf, perlu kajian mendalam untuk benar-benar paham tujuan forum baru ini. Apakah arahnya sejalan dengan prinsip kita atau justru sebaliknya?

"Nah tinggal lagi apakah forum ini membawa ke sana apa tidak. Nah itu perlu pengkajian, saya kira perlu pembahasan," pungkasnya.

Langkah Indonesia masuk ke dalam BoP di awal 2026 ini memang menarik perhatian. Secara resmi, disebut sebagai bagian dari diplomasi untuk mendorong perdamaian di Gaza dan tentu saja, melindungi kepentingan rakyat Palestina. Pemerintah sendiri sudah menegaskan, ini sama sekali bukan upaya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Meski begitu, langkah ini rupanya memantik perdebatan. Banyak yang mempertanyakan, apakah keputusan ini tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu penjelasan dan tindak lanjut yang lebih konkret.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar