Virus EEHV Tewaskan Laila, Anak Gajah Sumatera di Riau

- Selasa, 16 Desember 2025 | 14:30 WIB
Virus EEHV Tewaskan Laila, Anak Gajah Sumatera di Riau

Hasil laboratorium akhirnya keluar, mengungkap penyebab tragis di balik kematian anak gajah Sumatera bernama Nurlaela atau Laila. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau merilis temuan itu melalui siaran pers resmi pada Senin lalu.

Sebelumnya, Laila ditemukan dalam kondisi yang melemah. Tim langsung bergerak cepat. Dokter hewan dan mahout sudah memberikan penanganan medis sejak gejala awal terlihat. Sayangnya, semua upaya itu tak cukup. Pada 22 Desember 2025, Laila akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Menurut Kepala BBKSDA Riau, Supartono, jawaban pasti didapat dari pemeriksaan laboratorium yang mendalam. Sampel jaringan dan organ Laila dikirim ke Laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor untuk dianalisis.

Hasilnya? Positif.

“Diketahui bahwa kematian Gajah Laila positif terinfeksi Virus Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV) yang menyerang organ hati,”

Demikian penjelasan Supartono. Virus EEHV ini spesifik menyerang gajah, dan terkenal sangat ganas. Target utamanya seringkali adalah anak-anak gajah.

“Penyakit ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani,”

tambahnya. Kecepatan perkembangan virus itu yang bikin ngeri, menyulitkan tim medis untuk bereaksi. Alhasil, tingkat keselamatan anak gajah yang sudah terinfeksi memang sangat kecil.

Di sisi lain, BBKSDA Riau ingin menenangkan publik. Virus EEHV ini hanya menular antar sesama gajah. Tidak ada risiko penularan ke manusia atau jenis hewan lainnya.

Ceritanya begini: begitu Laila menunjukkan tanda-tanda tidak aktif, protokol medis langsung dijalankan. Namun, kondisinya terus saja memburuk dengan cepat. Perlawanan itu sia-sia.

BBKSDA Riau menyatakan duka yang mendalam. Kejadian ini jadi pengingat pahit betapa rentannya satwa dilindungi seperti gajah Sumatera terhadap ancaman penyakit. Kasus Laila menyoroti kerentanan ekstra pada anak gajah terhadap serangan EEHV.

Kedepan, fokus pada perlindungan dan pemantauan kesehatan tentu harus lebih ketat. BBKSDA Riau menegaskan komitmennya untuk konservasi, dengan janji meningkatkan pencegahan dan pengawasan. Informasi ini mereka sampaikan untuk memberikan kejelasan, sekaligus menghindari simpang siur soal penyebab kematian Laila yang malang itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler