MURIANETWORK.COM - Polda Metro Jaya akan segera menggelar perkara untuk menilai ada tidaknya unsur pidana dalam kasus dugaan penistaan agama yang menjerat komika Pandji Pragiwaksono. Gelar perkara ini merupakan langkah akhir penyelidikan setelah penyidik memeriksa total 27 orang, termasuk Pandji yang diperiksa sebagai saksi terlapor pada Jumat (6/2/2026), serta para pelapor dan saksi. Proses hukum ini menyusul laporan atas materi dalam pertunjukan stand-up comedy berjudul "Mens Rea" yang dinilai menyinggung sejumlah isu sensitif.
Proses Hukum Menuju Gelar Perkara
Setelah pemeriksaan terhadap puluhan pihak, penyidik kini bersiap memasuki tahap krusial. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah memanggil para ahli untuk dimintai pendapatnya. Gelar perkara baru akan dilakukan setelah seluruh pengumpulan fakta dinilai cukup.
Budi menegaskan, "Langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan para ahli."
Meski jadwal pemeriksaan ahli belum dipastikan, tujuan akhirnya jelas. Gelar perkara dilakukan sebagai penilaian akhir untuk menentukan apakah kasus ini memenuhi unsur pidana dan layak ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Untuk menilai apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur pidana dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak," ujar Budi.
Rincian Pemeriksaan dan Materi yang Dipersoalkan
Dalam pemeriksaan perdana yang berlangsung selama beberapa jam, Pandji Pragiwaksono yang didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, menghadapi 63 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan itu berkisar dari identitas pribadi, teknis penyelenggaraan pertunjukan, hingga substansi laporan yang masuk. Polisi juga memperlihatkan potongan video pertunjukan yang beredar di luar platform streaming resmi sebagai bahan klarifikasi.
Haris Azhar mengungkapkan, "Tadi dimulai kurang lebih dari jam 10.30 lewat. Ada 63 pertanyaan, baru selesai kira-kira 5 menit atau 10 menit yang lalu."
Artikel Terkait
Bea Cukai Malang Dampingi Perusahaan Lokal Percepat Perizinan Cukai
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Volume Kendaraan Tembus Rekor
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global