Angka itu jauh melampaui ambang batas dua pertiga. Artinya, Takaichi kini punya apa yang disebut "supermajority".
Dengan dominasi sebesar itu, proses legislasi akan jauh lebih mulus. Bahkan, dia bisa mengesampingkan majelis tinggi parlemen, di mana posisinya tidak sekuat ini. Peta politik Jepang benar-benar berubah.
Dalam wawancara televisi Minggu malam, saat perhitungan suara masih berlangsung, Takaichi sudah menyiratkan arah kebijakannya ke depan.
Begitu ujarnya. Gaya kepemimpinannya yang sering disebut terinspirasi "Iron Lady" Margaret Thatcher, tampaknya mulai menemukan bentuknya yang nyata. Langkah berikutnya kini tinggal menunggu eksekusi.
Artikel Terkait
Dua Jenazah Ditemukan Membusuk di Atap Masjid Brebes
Meta Restrukturisasi Divisi, Ratusan Karyawan Terdampak
Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol 30% untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal