Rekaman CCTV Ungkap Kronologi
Peristiwa yang kemudian viral di media sosial itu terekam cukup jelas. Dari video yang beredar, terlihat tiga pelajar berseragam berboncengan satu motor. Mereka terlihat berhenti sejenak di Jalan Cempaka Raya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Saat berpapasan dengan sekelompok pelajar lain yang juga berboncengan tiga dari arah berlawanan, terjadi kontak singkat.
Motor yang ditumpangi pelaku tampak menyerempet kendaraan korban. Dalam sekejap, salah satu dari mereka menyiramkan cairan dari sebuah botol kemasan ke arah korban sebelum kemudian melaju cepat meninggalkan lokasi. Cairan itu mengenai para korban, yang langsung menunjukkan reaksi kesakitan.
Bahan Penyiram Masih Menunggu Hasil Lab
Meski diduga kuat sebagai air keras, jenis cairan yang digunakan dalam aksi penyerangan ini masih memerlukan konfirmasi ilmiah. Pihak kepolisian menekankan pentingnya hasil uji laboratorium untuk memastikan sifat dan jenis bahan kimia tersebut, yang akan sangat berpengaruh pada pasal yang akan dikenakan.
Roby menutup penjelasannya dengan menyatakan, "Diduga air keras. Kalau air kerasnya model apa, kita belum cek lab. Nanti sih kita bisa ngomong kalau (sudah ada) hasil dari lab."
Kasus ini menyoroti kembali pentingnya pengawasan terhadap perilaku pelajar di luar lingkungan sekolah. Proses hukum diharapkan dapat berjalan sambil memberikan ruang pemulihan yang cukup bagi korban, yang masih berusia remaja.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha