Golnya memang dramatis. Di menit-menit akhir pertandingan melawan Persik, Ian Puleio Araya akhirnya membobol gawang lawan. Gol itu membawa Arema FC meraih kemenangan 2-1, sekaligus mengakhiri mimpi buruk enam laga tanpa kemenangan di Stadion Kanjuruhan, 11 Januari lalu. Sayangnya, bagi manajemen Arema, momen indah itu ternyata menjadi perpisahan.
Kontrak sang pemain Argentina itu diputus. Hanya berselang beberapa hari setelah pertandingan, keputusan resmi pun keluar.
Bagi para pelatih dan pengurus klub, satu gol penyelamat itu rupanya tak cukup. Performa Puleio selama ini dinilai belum memuaskan. Statistiknya berbicara: dari 15 penampilan dengan total 844 menit di lapangan entah itu sebagai starter atau pemain pengganti ia hanya mencetak dua gol dan satu assist. Angka yang, jujur saja, terasa kurang untuk seorang penyerang asing.
Kontribusinya dianggap tak sepadan, dan itulah alasan utama di balik keputusan untuk melepasnya.
Artikel Terkait
Gavin Lee: Ujian Berat Lawan Indonesia Justru yang Diinginkan
Persija Rekrut Bomber Maroko, Transfer Kilat yang Mengejutkan
Janice Tjen Buka Suara: Kampus di AS Jadi Batu Loncatan Menuju Australian Open
Kekalahan Copa Picu Spekulasi: Klopp dan Rencana Heavy Metal di Bernabeu