"Ditekankan bahwa tuduhan aktivitas intelijen yang tidak berdasar yang diajukan terhadapnya oleh para pejabat Berlin adalah tidak berdasar dan direkayasa dalam semangat obsesi terhadap spionase yang dipromosikan di Jerman," demikian bunyi pernyataan resmi kementerian tersebut.
Reaksi Keras dari Berlin
Pemerintah Jerman langsung merespons keputusan Moskow dengan nada keras. Berlin menilai pengusiran diplomat mereka itu sebagai tindakan yang provokatif dan sama sekali tidak bisa diterima. Ketegangan ini berawal dari aksi Jerman pada Januari lalu, saat mereka memanggil Duta Besar Rusia dan mengusir seorang pejabat diplomatik Moskow yang dituding sebagai agen intelijen yang menyamar.
Pada saat kejadian bulan lalu, Rusia telah menolak keras tuduhan spionase tersebut. Kini, dalam pernyataan terbarunya, Moskow kembali menegaskan penolakannya dan bahkan balik menuduh Jerman telah mengobarkan "semangat terobsesi pada mata-mata" dalam kebijakan luar negerinya. Pertukaran aksi dan pernyataan ini memperlihatkan retaknya hubungan diplomatik kedua negara, yang masih berada dalam titik nadir pasca-invasi Rusia ke Ukraina.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan
Mantan Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Rutan KPK