Trump Serukan Perundingan Baru Usai New START Berakhir

- Jumat, 06 Februari 2026 | 05:55 WIB
Trump Serukan Perundingan Baru Usai New START Berakhir

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan negosiasi perjanjian nuklir baru, menyusul berakhirnya perjanjian New START dengan Rusia. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global akan potensi dimulainya kembali perlombaan senjata strategis. Trump mengkritik perjanjian lama yang dinegosiasikan era Obama itu sebagai kesepakatan yang buruk dan kerap dilanggar.

Desakan untuk Melibatkan China dalam Kesepakatan Baru

Pemerintahan Trump diketahui telah beberapa kali mendorong agar perjanjian pengendalian senjata nuklir yang baru juga melibatkan China. Pertimbangan ini didasari pada perkembangan arsenal nuklir Beijing yang terus meningkat, meski secara jumlah masih jauh di bawah Rusia dan AS. Namun, tekanan dari Washington itu hingga kini tetap ditolak secara terbuka oleh pemerintah China.

Kritik Trump terhadap New START

Selama ini, Trump terlihat cenderung diam terkait seruan Rusia untuk memperpanjang Perjanjian New START. Perjanjian yang ditandatangani pada 2010 itu merupakan satu-satunya kesepakatan terakhir yang membatasi persenjataan nuklir kedua negara adidaya pasca-Perang Dingin.

Namun, hanya beberapa jam setelah masa berlaku perjanjian itu berakhir, sikapnya menjadi jelas. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar