Sebagai alternatif, genteng disebut sebagai pengganti utama yang diharapkan. Material ini dinilai tidak hanya lebih kokoh, tetapi juga mampu memberikan efek sejuk yang lebih baik pada interior bangunan, sehingga langsung berdampak pada kualitas hidup penghuni. Peralihan material atap ini juga dilihat sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar bangunan publik.
Menyikapi potensi tantangan implementasi, Chico Hakim melihat adanya faktor yang dapat mempermudah transisi. Ia mengungkapkan bahwa dominasi atap seng di Jakarta sebenarnya tidak terlalu besar, sehingga perubahan di sektor perumahan pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih lancar.
"Di Jakarta, penggunaan seng memang tidak terlalu dominan, jadi transisi ini diharapkan lebih mudah," tuturnya.
Langkah dan Implementasi Kebijakan
Saat ini, arahan Gubernur Pramono Anung masih bersifat internal dan akan menjadi panduan bagi pembangunan hunian baru di bawah Pemprov DKI Jakarta. Implementasi teknis dan operasional kebijakan ini akan menjadi tugas dinas-dinas terkait, seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, untuk merumuskan petunjuk pelaksanaan yang lebih rinci.
Kebijakan ini menandai sebuah pergeseran paradigma dalam pembangunan perumahan rakyat oleh pemerintah, dari sekadar menyediakan atap, menuju penyediaan hunian yang memperhatikan aspek kesehatan, keberlanjutan, dan kontribusi terhadap wajah kota secara keseluruhan. Keberhasilannya tentu akan bergantung pada koordinasi dan eksekusi yang matang di tingkat teknis.
Artikel Terkait
Desakan Kuat agar Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut
Gunung Ibu Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter
Remaja 14 Tahun Tewas Terseret Arus di Pantai Karangnaya Sukabumi
Polres Tangerang Kota Gencar Patroli Rumah Kosong Saat Arus Mudik Lebaran