Kondisi Korban dan Respons Keluarga
Akibat aksi penikaman itu, FR meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara TKR mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Insiden berdarah ini memicu luapan emosi dari keluarga korban.
Andi menilai aksi spontan keluarga, seperti menutup jalan dan membakar ban, merupakan bentuk kekesalan mendalam atas kejadian tersebut. “Untuk aksi keluarga korban mengarahkan jenazah ke Polresta dan terjadilah pemalangan dan pembakaran ban di sekitar rumah korban karena spontanitas kesalahan dari pihak korban terkait peristiwa tersebut,” jelasnya.
Langkah tersebut, meskipun spontan, sempat mengganggu lalu lintas sebelum akhirnya dapat diurai oleh petugas. Polisi kini masih mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memproses hukum pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel Terkait
Diaspora Indonesia di Swedia Rayakan Idulfitri Sederhana di Tengah Inflasi Tinggi
Kemacetan Parah Landa Jalur Nagreg, 107 Ribu Kendaraan Padati Jalur Mudik
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran