"(Seif Al-Islam dibunuh) setelah menonaktifkan kamera pengawas, kemudian mengeksekusinya," imbuhnya, menggambarkan kronologi kejadian.
Di sisi lain, pengacara Seif Al-Islam juga memberikan pernyataan serupa kepada kantor berita AFP. Konfirmasi dari pihak pengacara ini semakin mengukuhkan kabar yang beredar.
"(Dibunuh) empat anggota komando," kata sang pengacara, singkat namun penuh makna.
Kematian putra Khadafi ini tentu membuka luka lama dan menambah catatan kelam di negara yang masih berusaha bangkit dari konflik. Ia sendiri adalah figur yang kontroversial, pernah menjadi tahanan dan muncul kembali di panggung politik. Sekarang, hidupnya berakhir secara tragis, meninggalkan sederet tanda tanya tentang masa depan Libya.
Artikel Terkait
Lima Orang Terluka dalam Tabrakan Dua Mobil di Jalan Raya Bojonegoro
Korlantas Terapkan Sistem One Way di Tol Cikampek Akibat Lonjakan Arus Lebaran
BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik Lebaran 2026
Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Hanya Rp 1 pada H+1 dan H+2 Lebaran 2026