"(Seif Al-Islam dibunuh) setelah menonaktifkan kamera pengawas, kemudian mengeksekusinya," imbuhnya, menggambarkan kronologi kejadian.
Di sisi lain, pengacara Seif Al-Islam juga memberikan pernyataan serupa kepada kantor berita AFP. Konfirmasi dari pihak pengacara ini semakin mengukuhkan kabar yang beredar.
"(Dibunuh) empat anggota komando," kata sang pengacara, singkat namun penuh makna.
Kematian putra Khadafi ini tentu membuka luka lama dan menambah catatan kelam di negara yang masih berusaha bangkit dari konflik. Ia sendiri adalah figur yang kontroversial, pernah menjadi tahanan dan muncul kembali di panggung politik. Sekarang, hidupnya berakhir secara tragis, meninggalkan sederet tanda tanya tentang masa depan Libya.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Pintu BUMN untuk Direktur Asing, KPK Siapkan Pengawasan Ketat
Ramadan 2026 Diprediksi Masih Dibayangi Hujan, Kemarau Baru Datang April-Mei
Gempa Dangkal 3,0 SR Guncang Gayo Lues di Pagi Buta
Surat Terakhir Bocah SD di Ngada: Uang untuk Buku yang Tak Pernah Terbeli