Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat

- Rabu, 04 Februari 2026 | 01:25 WIB
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat

Di sisi lain, Megawati juga bersyukur bisa tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu bagi ketiga anaknya. Pengalamannya di ranah publik memang panjang; mulai dari Ketua Umum PDIP sejak 1993, anggota DPR, lalu Wakil Presiden, hingga puncaknya menjadi Presiden.

Tak lupa ia menyebut almarhum suaminya, yang pernah menjabat Ketua MPR RI. Baginya, kepemimpinan entah di rumah atau di masyarakat tak pernah tumbuh dalam kesendirian.

"Di dalam keluarga saya, baik rumah ataupun masyarakat, itu semua perlu kepemimpinan," imbuhnya.

Nah, poin utamanya begini: bagi Megawati, esensi kepemimpinan perempuan justru terletak pada kemampuan menyatukan berbagai peran, bukannya mempertentangkannya. Lebih dari sekadar jabatan, kepemimpinan perempuan adalah soal menghadirkan empati dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

"Ketika perempuan menghadirkan nilai kemanusiaan, empati, dan keadilan dalam seluruh ruang hidupnya, kepemimpinan tidak lagi semata soal jabatan," paparnya.

Ia menutup dengan menyebut itu semua adalah kontribusi untuk mewujudkan "Human Fraternity" sebuah cita-cita yang relevan bagi masa depan peradaban global.


Halaman:

Komentar