Suasana hening menyelimuti kediaman di kawasan Pesona Khayangan, Depok. Di rumah duka itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka melayat kepergian Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Di sela-sela pelayatannya, Jenderal Sigit bercerita tentang hubungan pribadinya yang dekat dengan almarhumah. Rupanya, Eyang Meri adalah sosok yang perhatian. Bahkan di usianya yang senja, ia kerap mengirimkan ucapan selamat ulang tahun kepada Kapolri melalui rekaman video.
"Dulu, saat beliau ulang tahun ke-100, kami datang kesini," kenang Sigit di hadapan wartawan, Selasa (3/2/2026).
"Sejak itu, di acara-acara pribadi saya, beliau sering mengirimkan video tapping untuk mengucapkan selamat."
Namun begitu, hubungan mereka bukan sekadar formalitas. Setiap pertemuan dan pesan yang disampaikan Eyang Meri selalu penuh makna. Pesan-pesan itulah yang kini terasa sangat berharga.
"Hal-hal seperti itu selalu beliau sampaikan. Pesannya sangat berarti bagi saya, bagi kita semua. Itu seperti wasiat yang harus kita jalankan," ucap Sigit dengan nada haru.
Menurut Kapolri, inti dari semua pesan Eyang Meri selalu sama: menjaga Polri. Eyang Meri kerap bercerita tentang teladan suaminya, almarhum Hoegeng, dan berpesan agar institusi itu terus dijaga integritasnya.
Artikel Terkait
DPRD Se-Indonesia Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Pilihan antara Rumah dan Masyarakat