"Kami berhubungan cukup dekat. Di waktu-waktu tertentu, beliau selalu menyemangati kami. Spiritnya jelas: menjaga Polri agar tetap seperti teladan yang telah diberikan Pak Hoegeng," jelasnya.
Kepergian Eyang Meri, tentu saja, meninggalkan duka yang dalam.
"Kami mendoakan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Sigit.
"Tapi di sisi lain, rasa kehilangan itu pasti ada. Yang pasti, kami akan menjaga apa yang menjadi wasiat beliau."
Ia menegaskan kembali pesan terakhir Eyang Meri. "Beliau selalu menitipkan Polri. Pesan untuk menjaga integritas itu yang terus diulang-ulang."
Bagi Sigit, semua pesan itu kini telah berubah menjadi amanat. Amanat yang harus dipikul oleh seluruh keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia.
"Ini jadi tanggung jawab kami semua untuk melanjutkannya. Kita berdoa agar almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tutup Kapolri.
Artikel Terkait
DPRD Se-Indonesia Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
Megawati Bicara di Abu Dhabi: Gotong Royong Kunci Redam Konflik Horizontal
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Dilema Palsu antara Rumah dan Masyarakat
Megawati: Perempuan Tak Perlu Terjebak Pilihan antara Rumah dan Masyarakat