"Kami berhubungan cukup dekat. Di waktu-waktu tertentu, beliau selalu menyemangati kami. Spiritnya jelas: menjaga Polri agar tetap seperti teladan yang telah diberikan Pak Hoegeng," jelasnya.
Kepergian Eyang Meri, tentu saja, meninggalkan duka yang dalam.
"Kami mendoakan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Sigit.
"Tapi di sisi lain, rasa kehilangan itu pasti ada. Yang pasti, kami akan menjaga apa yang menjadi wasiat beliau."
Ia menegaskan kembali pesan terakhir Eyang Meri. "Beliau selalu menitipkan Polri. Pesan untuk menjaga integritas itu yang terus diulang-ulang."
Bagi Sigit, semua pesan itu kini telah berubah menjadi amanat. Amanat yang harus dipikul oleh seluruh keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia.
"Ini jadi tanggung jawab kami semua untuk melanjutkannya. Kita berdoa agar almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tutup Kapolri.
Artikel Terkait
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran