Prabowo dan Starmer Sepakati Kemitraan Baru, Inggris Siap Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Indonesia

- Rabu, 21 Januari 2026 | 10:00 WIB
Prabowo dan Starmer Sepakati Kemitraan Baru, Inggris Siap Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Indonesia
Hasil Pertemuan Prabowo dan Starmer

Prabowo dan PM Inggris Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

Di tengah kunjungannya ke London, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akhirnya menyepakati sebuah kemitraan strategis baru. Kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara, dengan fokus yang lebih luas dan ambisius.

Prabowo sendiri tampak antusias. Di hadapan para hadirin di Lancaster House, Selasa lalu, ia menekankan posisi Inggris sebagai mitra kunci. Menurutnya, kekuatan Inggris di bidang teknologi dan keuangan adalah modal besar.

"Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia,"

Ungkapan itu sekaligus menegaskan harapannya. Prabowo melihat peluang emas di sini, terutama soal transfer teknologi dan akses ke kemampuan finansial yang mumpuni dari pihak Inggris. Manfaatnya, ia yakin, akan dirasakan bersama.

"Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,"

Kerja sama tak cuma di darat. Salah satu poin menarik yang diungkap Prabowo adalah kolaborasi di sektor maritim. Rencananya, Inggris akan mendukung Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan sekaligus merevitalisasi desa-desa nelayan. Ini langkah yang dinilai sangat strategis.

"Ini sangat strategis bagi kita. Ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim. Saya ingatkan tiga perempat Tanah Air kita itu adalah laut dan konsumsi protein kita, oleh rakyat kita masih terlalu rendah. Kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi,"

Kemitraan baru ini sebenarnya bukan hal yang muncul tiba-tiba. Ia merupakan tindak lanjut konkret dari pernyataan bersama yang sudah ditandatangani kedua pemimpin pada tahun 2024 lalu. Hanya saja, kini mulai diwujudkan dengan program yang lebih nyata.

Lalu, apa saja pilar utamanya? Setidaknya ada empat. Pertama, tentu saja penguatan pertumbuhan ekonomi. Kedua, kerja sama menyeluruh di isu iklim, energi, dan lingkungan. Pilar ketiga adalah peningkatan di bidang pertahanan dan keamanan. Terakhir, yang tak kalah penting, adalah pengembangan manusia dan masyarakat. Sebuah paket kerja sama yang cukup komprehensif, bukan?

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar