Kapolsek Viral Ungkap Jurus Andalan Bangun Kedekatan dengan Warga

- Rabu, 26 November 2025 | 16:10 WIB
Kapolsek Viral Ungkap Jurus Andalan Bangun Kedekatan dengan Warga
Kisah Kapolsek yang Viral

Sebuah video tentang Kapolsek Ujung Loe, Iptu Rudi Adri Purwanto, yang di-prank warga hingga dirayakan ulang tahunnya, mendadak ramai diperbincangkan. Tak cuma viral, aksi itu juga dapat apresiasi dari pimpinan Polri. Nah, di hadapan para calon perwira di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Sukabumi, Rudi berbagi kiat-kiatnya selama memimpin.

Menariknya, dia justru membuka cerita dengan menyangkal dirinya sebagai polisi humanis. Latar belakangnya di reserse, menurut pengakuannya, justru membentuk karakternya yang keras.

"Sebetulnya saya bukan orang yang humanis, gampang dipengaruhi. Kami sebetulnya dari orang (reserse) jatanras, orang (reserse) narkotika,"

ujar Iptu Rudi di hadapan para peserta didik SIP.

Lalu, bagaimana caranya bisa dapat kepercayaan, bahkan rasa sayang dari masyarakat? Rudi punya beberapa jurus. Pertama, soal kehadiran. Dia selalu memaksimalkan momen apel pagi. Bagi dia, ini bukan sekadar ritual. Ini adalah kesempatan untuk menyapa, memotivasi, dan mengarahkan anggotanya agar kerja mereka profesional.

"Pagi jam 07.30 saya ambil apel. Saya pasti pimpin apel pagi kecuali ada kegiatan yang memang mengharuskan saya ke polres," tegasnya.

Kedua, dia mewajibkan dirinya untuk hadir dalam setiap kegiatan kemasyarakatan dan antar-instansi. Menurut Rudi, kunci keberhasilan tugas polisi sangat bergantung pada kepercayaan yang diberikan masyarakat dan stakeholder setempat.

"Semua kegiatan kejadian kami wajib hadir di lokasi. Keberhasilan kita ditunjang adanya kepercayaan masyarakat. Bagaimana kita bisa dipercaya masyarakat? Yang pertama rajin berkunjung," jelasnya.

Tapi, rajin berkunjung saja ternyata tidak cukup. Harus ada inisiatif lebih. Iptu Rudi menyebutnya dengan 'belanja' masalah dan 'jemput bola' untuk menyelesaikannya. Bahkan untuk kasus-kasus seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dia turun langsung, meski penanganan lebih lanjut tetap berkoordinasi dengan puskesmas dan dinas sosial.

"Saya harap rekan-rekan aktif jemput bola. Sampai penanganan ODGJ kami juga turun di lapangan," ujarnya.

Yang ketiga, pendekatannya terhadap anggota. Dia tidak cuma mengawasi, tapi juga membina. Prinsipnya sederhana tapi tegas: kesalahan anggota adalah tanggung jawab pimpinan.

"Kepada anggota kita lakukan pembinaan, kontrol. Apapun yang anggota lakukan itu kesalahan di pimpinan. Bantu dan dampingi anggota kita. Saya biasa diperiksa (Propam) karena anggota (dinilai salah) dan saya tanggung jawab," tegas Rudi.

Di sisi lain, dia juga sangat ketat mengontrol diri. Fasilitas dinas, seperti mobil patroli, sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Saya tidak pernah memakai mobil patroli untuk kegiatan saya sehari-hari. Mobil dinas digunakan untuk datangi TKP, untuk melayani masyarakat," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyoroti peran penting perwira di lapangan. Dia menyebut mereka sebagai benteng pertama Polri, terutama dalam hal pelayanan publik.

Mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komjen Dedi mengucapkan terima kasih kepada para perwira di garda terdepan yang dianggap telah bekerja sesuai harapan masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh perwira yang menjadi garda terdepan pelayanan dengan tulus, semangat dan pengabdian," tuturnya.

Tak hanya itu, Dedi juga menerangkan bahwa Polri, lewat Staf Sumber Daya Manusia (SSDM), terus berupaya meningkatkan kualitas kepemimpinan lapangan. Ini jadi prioritas dalam akselerasi transformasi Polri.

"Assessment digunakan sebagai peta pembinaan untuk memperkuat kemampuan perwira agar semakin responsif dan mampu membangun kedekatan yang konstruktif dengan masyarakat. Bukan untuk melemahkan moral personel," terang Komjen Dedi.

Dia menegaskan, Polri butuh pemimpin di wilayah yang tak cuma tangguh secara taktis, tapi juga lihai dalam pendekatan sosial dan komunikasi dengan publik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar