"Kami telah mengidentifikasi dan meninjau semua dokumen untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika," lanjutnya.
Bayangkan volumenya. Menurut Blanche, kumpulan dokumen yang dibongkar mencakup lebih dari tiga juta halaman. Belum lagi ada 2.000 video dan 180.000 gambar. Jumlah yang luar biasa banyak, menunjukkan betapa rumit dan luasnya jaringan kejahatan ini.
Tapi jangan bayangkan semuanya terbaca jelas. Blanche mengakui, banyak bagian yang masih disensor secara "ekstensif". Aturan memang memperbolehkan hal itu, terutama untuk melindungi identitas korban atau materi yang masih terkait investigasi aktif.
Soal sensor ini sendiri sebenarnya sudah lama jadi perdebatan. Publikasi dokumen Epstein sebelumnya kerap dikritik oleh sejumlah anggota parlemen karena dianggap terlalu banyak ditutup-tutupi. Mereka menuntut keterbukaan lebih besar. Namun di sisi lain, ada juga kekhawatiran valid soal privasi dan keamanan para korban.
Kini, dokumen itu sudah ada di tangan publik. Setiap halamannya berpotensi memicu pertanyaan baru, sekaligus mungkin, memberikan sedikit keadilan bagi mereka yang telah menderita.
Artikel Terkait
Kapolri dan Wamendagri Layat Eyang Meri, Istri Hoegeng yang Baru Saja Rayakan Seabad
Prabowo Pertanyakan Nasib Rumah Radio Bung Tomo, Kini Tinggal Pagar dan Kenangan
Biro Travel Bungkam, Aliran Uang ke Oknum Kemenag Masih Disembunyikan
Megawati dan Ramos Horta Duduk Berdampingan di Forum Persaudaraan Abu Dhabi