Operasi pencarian untuk korban hilang sendiri sudah dihentikan. Menurut Suharyanto, keputusan itu diambil oleh Basarnas dan tim gabungan, seiring pergeseran fase penanganan. Fokusnya kini beralih ke transisi dan pemulihan.
Namun begitu, upaya penanganan di lapangan belum sepenuhnya dilonggarkan. BNPB masih menempatkan personelnya di sejumlah titik, terutama di Aceh yang kondisinya dianggap masih memerlukan perhatian intensif. Logistik dan dukungan alat berat pun masih terus dikerahkan.
"Kami mengerahkan 22 pesawat baik yang helikopter maupun fixed wing. Kemudian alat berat yang sekarang masih beroperasi di sana ada 2.704 unit," tutur Suharyanto, merinci upaya yang masih berjalan. Tak lupa, dukungan kapal laut juga masih dilakukan.
Jadi, gambaran besarnya mulai membaik. Tapi di beberapa sudut Aceh, keadaan darurat itu masih nyata dan penanganan ekstra masih sangat dibutuhkan.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Arus Mudik Laut di Dermaga Kali Adem Muara Angke
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana di Moto3 Brasil
Konfrontasi AS-Israel-Iran Ubah Peta Persepsi dan Kekuatan di Timur Tengah
Presiden Prabowo Manfaatkan Idulfitri untuk Telepon Sejumlah Pemimpin Negara Muslim