"Alhamdulillah, ada beberapa yang sudah disetujui dalam lima tahun terakhir. Pinjaman luar negeri ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan kami di fase prabencana," jelas Suharyanto.
Selain itu, ada juga dana siap pakai yang biasa dikerahkan saat status siaga atau tanggap darurat berlaku di suatu wilayah. Dana ini menjadi penopang saat bencana sudah terjadi. Tapi upayanya tak berhenti di situ. Setelah masa pemulihan, BNPB juga berusaha membangun ketahanan daerah agar lebih siap menghadapi ancaman di masa depan.
Dan kabar terbarunya, ada secercah harapan untuk tahun depan. Suharyanto menyebut bahwa Indonesia akan mendapat pinjaman dari Pemerintah Spanyol. Fokusnya khusus untuk memperkuat mitigasi.
"Untuk 2026, kami baru disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari Spanyol. Titik beratnya meningkatkan kesiapan BNPB menghadapi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," paparnya.
Jadi, meski dana terbatas, upaya penguatan tetap digenjot. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan daerah dalam mendeteksi ancaman, misalnya lewat pengukuran tinggi muka air. Sebuah langkah kecil yang diharapkan bisa meredam bencana besar.
Artikel Terkait
Terlalu Murah Bikin Tersenyum di Sidang Korupsi Laptop Triliunan
Gus Yahya Beberkan Alasan Prabowo Masuk Board of Peace untuk Palestina
BNPB Targetkan Korban Bencana Sumatera Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan
Dokumen Epstein Dibuka, Jaringan Tokoh Papan Atas Terkuak