Dmitry Medvedev, pejabat keamanan senior Rusia yang juga pernah menduduki kursi kepresidenan, mengeluarkan peringatan keras. Ia bicara soal ancaman yang mengintai jika perjanjian pengendalian senjata nuklir antara AS dan Rusia dibiarkan berakhir begitu saja. Menurutnya, situasi itu bisa mendorong 'jam kiamat' bergerak lebih cepat.
Perjanjian yang dimaksud adalah New START. Medvedev sendiri yang menandatanganinya pada 2010, saat masih menjadi presiden. Tanpa ada kesepakatan dadakan antara Moskow dan Washington, perjanjian penting ini akan berakhir pada Kamis mendatang.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terlihat tak ambil pusing. Ia cenderung akan membiarkan perjanjian itu kadaluarsa, meski Moskow sudah mengajukan opsi perpanjangan sukarela untuk batasan penempatan senjata strategis. Senjata-senjata maha dahsyat dengan jangkauan lintas benua itu mungkin akan lepas dari kendali.
"Saya tidak ingin bilang ini langsung berarti bencana dan perang nuklir pecah besok," kata Medvedev dalam percakapannya dengan Reuters, Selasa lalu.
Tapi nada suaranya serius. "Hal itu tetap harus membuat semua orang khawatir."
Artikel Terkait
Jakarta Barat Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah di Grogol dan Tambora
Sopir Bus Relakan Lebaran Demi Antar Pemudik Pulang Kampung
Gubernur Jambi Kunjungi Pasien dan Bagikan Tali Asih di RSUD Saat Malam Idul Fitri
Istana Kepresidenan Jakarta Buka Griya Lebaran, Kapasitas 5.000 Pengunjung