Pramono Anung Gempur Spanduk dan Kabel Semrawut di Jakarta

- Selasa, 03 Februari 2026 | 11:18 WIB
Pramono Anung Gempur Spanduk dan Kabel Semrawut di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya pekerjaan rumah yang jelas: menata ibukota. Ia bertekad menertibkan sampah, kabel-kabel yang semrawut, hingga spanduk dan atribut partai politik yang dianggapnya mengganggu ketertiban kota dan arus lalu lintas.

Ini bukan sekadar inisiatifnya sendiri. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam sebuah Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, awal Februari lalu.

“Yang pertama, tentunya apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta kami tindak lanjuti,” ujar Pramono.

Fokusnya adalah kerapian ruang publik. Salah satu target yang disebutkan adalah kawasan flyover, yang kerap berubah jadi galeri spanduk parpol setiap ada agenda politik. Menurut Pramono, praktik ini harus dihentikan.

“Termasuk yang paling penting adalah saya benar-benar pengin menertibkan enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover. Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta, dan itu akan kami lakukan,” tegasnya.

Persoalan sampah, meski sudah mulai ditangani terutama saat ancaman banjir, tetap akan jadi prioritas berkelanjutan. Namun begitu, penataan kota tak cuma soal itu. Pramono juga menyoroti infrastruktur visual yang berantakan.

Ia ingin kabel-kabel yang menggantung tak karuan dirapikan. Bahkan, material bangunan seperti atap seng pun masuk dalam perhatiannya.

“Termasuk kemudian untuk seng diubah menjadi genteng, 1.000% saya setuju,” ucapnya.

Di sisi lain, trotoar juga tak luput dari perhatian. Gubernur ingin fungsi utamanya sebagai jalur pejalan kaki benar-benar dijamin. Ia tak ingin trotoar baru yang dibangun justru direbut oleh pedagang kaki lima.

“Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan,” imbuhnya.

Semua langkah ini, di mata Pramono, adalah bagian dari komitmen besar. Tujuannya satu: membuat Jakarta lebih layak huni. Lebih rapi, lebih bersih, dan lebih tertib.

“Arahan Bapak Presiden 1.000% pasti saya jalankan karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih,” pungkasnya. Nada suaranya terdengar mantap. Sekarang, tinggal eksekusinya di lapangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar