Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya pekerjaan rumah yang jelas: menata ibukota. Ia bertekad menertibkan sampah, kabel-kabel yang semrawut, hingga spanduk dan atribut partai politik yang dianggapnya mengganggu ketertiban kota dan arus lalu lintas.
Ini bukan sekadar inisiatifnya sendiri. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam sebuah Rapat Koordinasi Nasional di Sentul, Bogor, awal Februari lalu.
“Yang pertama, tentunya apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta kami tindak lanjuti,” ujar Pramono.
Fokusnya adalah kerapian ruang publik. Salah satu target yang disebutkan adalah kawasan flyover, yang kerap berubah jadi galeri spanduk parpol setiap ada agenda politik. Menurut Pramono, praktik ini harus dihentikan.
“Termasuk yang paling penting adalah saya benar-benar pengin menertibkan enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu kalau partai ada acara kemudian masang di flyover. Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta, dan itu akan kami lakukan,” tegasnya.
Persoalan sampah, meski sudah mulai ditangani terutama saat ancaman banjir, tetap akan jadi prioritas berkelanjutan. Namun begitu, penataan kota tak cuma soal itu. Pramono juga menyoroti infrastruktur visual yang berantakan.
Artikel Terkait
Kebakaran Hanguskan Rita Pasaraya Cilacap, Tiga Ruko Ikut Ludes
Ketika Presiden Mendengar Suara dari Luar Lingkaran Istana
Tannos Kembali Ajukan Praperadilan, KPK Pastikan Ekstradisi Tak Terganggu
LC di Kemnaker: Dari Ladies Companion hingga Land Cruiser dalam Sidang Suap Sertifikasi