Ia ingin kabel-kabel yang menggantung tak karuan dirapikan. Bahkan, material bangunan seperti atap seng pun masuk dalam perhatiannya.
“Termasuk kemudian untuk seng diubah menjadi genteng, 1.000% saya setuju,” ucapnya.
Di sisi lain, trotoar juga tak luput dari perhatian. Gubernur ingin fungsi utamanya sebagai jalur pejalan kaki benar-benar dijamin. Ia tak ingin trotoar baru yang dibangun justru direbut oleh pedagang kaki lima.
“Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan,” imbuhnya.
Semua langkah ini, di mata Pramono, adalah bagian dari komitmen besar. Tujuannya satu: membuat Jakarta lebih layak huni. Lebih rapi, lebih bersih, dan lebih tertib.
“Arahan Bapak Presiden 1.000% pasti saya jalankan karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih,” pungkasnya. Nada suaranya terdengar mantap. Sekarang, tinggal eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Dihalangi Demi Iring-Iringan, Alvin Lie Ingatkan Bom Waktu Amarah Rakyat
Surat Terakhir Bocah 10 Tahun di Pohon Cengkeh: Emoji Menangis dan Permintaan Buku yang Tak Sampai
War on Drugs for Humanity, Huha! – Jargon Baru BNN Gemparkan Rapat di Senayan
Lex Wu Soroti Kasus Pelecehan Sekda Raja Ampat: Ini Bukan Presisi, Ini Pengabaian