Barcelona Terancam Kehilangan Aset Muda Lagi
Barcelona – Kabar buruk kembali datang dari La Masia. Quim Junyent, gelandang muda yang dianggap punya masa depan cerah, dipastikan akan hengkang. Yang lebih menyakitkan, klub kemungkinan tak akan mendapat sepeser pun dari kepergiannya.
Ini bukan kali pertama terjadi. Dua tahun belakangan, Barcelona sudah melepas sejumlah pemain akademi tanpa nilai transfer yang berarti. Sekarang, giliran Junyent yang mengulangi cerita serupa. Padahal, pemain berusia 18 tahun itu cukup menonjol di level usia mudanya.
Menurut sejumlah saksi yang kerap menyaksikan latihan, Junyent sebenarnya sempat mencuri perhatian. Dia adalah gelandang bertipe ofensif, lincah, dan punya visi bagus. Bisa mengisi posisi gelandang serang atau di sayap. Xavi Hernandez pun, saat masih menjadi pelatih, sempat meliriknya.
Di usia 16, Junyent sudah diajak pramusim bersama tim utama. Beberapa kali juga ikut sesi latihan dengan para bintang. Sayangnya, debut resmi tak kunjung datang. Impian untuk tampil di Camp Nou tetap jadi angan.
Meski begitu, kontribusinya tak bisa dianggap remeh. Musim lalu, peran Junyent sangat krusial. Dialah salah satu pilar saat Barcelona menjuarai UEFA Youth League. Prestasi itulah yang kemudian membawanya dipromosikan ke Barca Atletic musim ini.
Namun begitu, jalan karirnya tak semulus yang dibayangkan.
Minimnya Peluang dan Jalan Buntu Negosiasi
Di Barca Atletic, kenyataan pahit yang dihadapi Junyent adalah bangku cadangan. Di bawah Juliano Belletti, pelatih yang sebenarnya sudah mengenalnya sejak level U-19, ia hanya kebagian 87 menit dari tiga penampilan. Jelas, ini tak cukup bagi pemain seusianya yang butuh jam terbang.
Kondisi itu rupanya yang mendorongnya untuk membuka opsi lain. Almeria muncul sebagai penyelamat. Mereka dikabarkan sudah menyepakati kontrak enam tahun dengan sang pemain.
Sebenarnya, Barcelona sempat berusaha. Di akhir bursa transfer musim dingin, negosiasi dengan Almeria dibuka. Tapi, seperti dilaporkan, pembicaraan macet. Pihak Barcelona disebut meminta klausul variabel dan persentase penjualan kembali yang dinilai terlalu berat oleh Almeria.
Kedua klub pun buntu. Tak ada titik temu.
Kegagalan negosiasi itu justru membuka jalan mulus bagi Junyent. Dia kini bisa menandatangani prakontrak dengan Almeria, dan kabarnya akan diresmikan dalam hitungan pekan. Jika ini terjadi, Barcelona benar-benar gigit jari. Mereka kehilangan aset muda tanpa kompensasi finansial.
Cerita ini seperti deja vu. Pemain muda berbakat, merasa tak punya perspektif, lalu memilih pergi dengan cuma-cuma. Bagi Barcelona yang sedang berjuang memperbaiki kondisi keuangan, situasi seperti ini adalah tamparan. Di sisi lain, bagi pemain seperti Junyent, ini adalah langkah berani untuk menyelamatkan masa depannya sendiri. Hanya waktu yang bisa menjawap, siapa yang benar dalam keputusan ini.
Artikel Terkait
Persib Bandung Incar Kiper Eredivisie Ronald Koeman Jr. untuk Musim Depan
Timnas Basket Putri Panggil 24 Pemain untuk TC Awal Menuju Asian Games 2026
PSM Makassar Kena Denda Rp40 Juta Usai Suporter Masuk Lapangan Kejar Wasit
Indonesia Taklukkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17