Kantor Bupati Pati pagi itu terasa sunyi. Operasi tangkap tangan KPK yang menjerat Bupati Sudewo terkait dugaan jual-beli jabatan, rupanya meninggalkan suasana hening di kompleks pemerintahan. Sudewo sendiri sebelumnya sempat diperiksa marathon selama 24 jam di Polres Kudus, sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pantauan di lokasi pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul sepuluh pagi menunjukkan aktivitas yang jauh dari biasa. Meski pegawai ASN tetap terlihat bekerja, nuansa lengang jelas terasa. Di halaman pendopo, mobil dinas bernomor pelat K-1-A masih terparkir, seolah menjadi penanda kehadiran sang bupati yang kini tak ada di tempat.
Area sekitar ruang kerjanya pun sepi. Tak ada lalu lalang yang berarti.
Kondisi serupa ditemui di ruang Wakil Bupati, Risma. Ruangannya kosong. Upaya untuk menghubunginya via telepon juga tak membuahkan hasil, panggilan tak dijawab.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya memberi konfirmasi singkat. "Wabup lagi dinas luar," ujarnya.
Di sisi lain, Pj Sekda Pati, Teguh Widiyatmoko, tampak sangat berhati-hati. Dia memilih untuk irit bicara dan tak mau banyak berkomentar soal kasus yang menimpa atasannya itu.
"Nunggu dari KPK ya, statusnya belum tahu sabar dulu,"
katanya singkat saat ditemui di ruang kerjanya. Teguh menegaskan, semua pihak sebaiknya menunggu rilis resmi dari KPK untuk mendapatkan kejelasan status hukum Bupati Sudewo. Suasana kantor yang tenang itu seakan mencerminkan ketidakpastian yang sedang menyelimuti institusi tersebut.
Artikel Terkait
Politikus PKS Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai dengan Transparan
Raperda Pengelolaan Air Tanah Kalsel Rampung, Menunggu Evaluasi Kemendagri
Polda Maluku Tingkatkan Status Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Tahap Penyidikan
BNPB Catat Kebakaran Lahan di Kaltim dan Banjir di Pasuruan dalam Dua Hari