Belum jelas berapa penumpang yang ada di dalam bus saat kejadian. Namun, perusahaan energi DTEK mengonfirmasi bahwa korban yang tewas adalah para pekerja tambang mereka yang sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi kerja. Foto-foto dari layanan darurat menunjukkan pemandangan yang suram: bus kosong dengan kaca-kacanya pecah berantakan, menjadi saksi bisu kekerasan yang tiba-tiba datang.
Malam sebelumnya, di kota Dnipro yang masih satu wilayah, serangan drone terpisah juga menewaskan seorang pria dan seorang wanita. Rentetan serangan ini terjadi di hari yang sama dengan berakhirnya jeda serangan sepihak Rusia sebuah gencatan senjata singkat yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump sendiri pada Kamis (29/1) lalu menyatakan bahwa Vladimir Putin setuju menghentikan serangan ke Kyiv dan sejumlah kota lain selama musim dingin. Tapi detail kesepakatan itu samar-samar, dan Kremlin sendiri tak mau mengaitkannya dengan cuaca.
Namun begitu, gencatan itu kini tampaknya sudah tidak berlaku lagi. Buktinya, selain serangan ke bus, sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, Ukraina selatan, juga jadi sasaran drone Rusia pada Minggu pagi. Setidaknya tujuh orang terluka, termasuk dua wanita yang sedang memeriksakan kehamilan mereka. Situasinya benar-benar mencekam.
Artikel Terkait
Perceraian yang Ditolak Berujung Kobaran Api di Tapanuli Selatan
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Bahas Kemanusiaan hingga Pertemuan Bilateral di Abu Dhabi
Megawati Titip Pesan di Buku Tamu KBRI Abu Dhabi: Perjuangan Belum Selesai
Megawati Tinjau Layanan WNI di Abu Dhabi, Bahas Geopolitik dengan Dubes