Suasana malam di perbatasan Rusia dan Ukraina sekali lagi diwarnai ketegangan. Ledakan dan sirene saling bersahutan, mengingatkan semua orang bahwa perang ini belum menunjukkan tanda-tanda reda.
Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip AFP, pihaknya mengklaim telah menembak jatuh tidak kurang dari 249 drone Ukraina dalam serangan semalam. Operasi pertahanan udara ini dikabarkan berlangsung dari pukul 23.00 waktu Moskow pada 24 November hingga pukul 07.00 keesokan harinya.
Di sisi lain, gempuran balasan dari Ukraina juga menorehkan luka. Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas di wilayah Rostov akibat serangan pada Senin malam waktu setempat.
"Serangan musuh malam ini membawa duka yang mendalam,"
kata Plt Gubernur Rostov, Yuri Sliusar, dengan nada getir.
Kota pelabuhan Taganrog menjadi salah satu lokasi yang merasakan dampak serangan itu. Wali Kota Svetlana Kambulova langsung berjanji akan mengambil langkah-langkah respons yang diperlukan untuk mengatasi situasi ini.
Tak jauh dari sana, situasi serupa terjadi di wilayah Krasnodar. Gubernur Veniamin Kondratyev menyebut serangan semalam sebagai salah satu yang paling masif dan berkelanjutan dari rezim Kyiv. Ia menggambarkan betapa gencarnya serangan itu terjadi.
Sementara di seberang garis konflik, ibu kota Ukraina juga tidak luput dari teror. Wartawan AFP di Kyiv melaporkan ledakan dahsyat yang memekakkan telinga. Orang-orang pun berlarian mencari tempat berlindung saat sirene serangan udara meraung-raung memecah kesunyian malam. Sebuah pemandangan yang sayangnya sudah terlalu biasa di kota itu.
Artikel Terkait
Panglima TNI Izinkan Prajurit Bantu Polri Berantas Aksi Begal di Sejumlah Wilayah
PT KCN Salurkan 33 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Sambut Iduladha
Survei: 70 Persen Anak Muda Lebih Pilih Chat daripada Angkat Telepon, Kecemasan Jadi Faktor Utama
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan