Gambar yang dirilis polisi sungguh memilukan. Asap masih mengepul dari reruntuhan rumah keluarga itu, yang kini tinggal tumpukan puing hangus. Sebuah rumah yang ditinggali dengan harapan, berubah menjadi kuburan dalam sekejap.
Gubernur wilayah Donetsk, Vadym Filashkin, tak bisa menyembunyikan amarahnya. Lewat unggahan di media sosial, ia menyampaikan belasungkawa sekaligus kecaman.
"Saya juga marah, karena orang tua tersebut secara sadar membuat keputusan untuk meninggalkan wilayah yang jauh dari garis depan dan membawa anak-anak mereka kembali di bawah bombardir musuh," ujar Filashkin dengan nada kesal.
Ini bukan kali pertama. Otoritas setempat kerap melaporkan kasus serupa para pengungsi yang memutuskan pulang ke zona bahaya, lalu menjadi korban berikutnya. Sebuah pola yang menyedihkan dan, sayangnya, terus berulang.
Artikel Terkait
Villarreal Hajar Real Sociedad 3-1, Melonjak ke Posisi Tiga La Liga
DKI Jakarta Terapkan Tarif Transportasi Umum Rp 1 pada Hari Raya Idul Fitri 2026
Idul Fitri Momentum Perkuat Solidaritas dan Seruan Keadilan Sistemik
Bos Arisan di Cianjur Dicokok, 400 Warga Rugi Rp 500 Juta Lebih