Gambar yang dirilis polisi sungguh memilukan. Asap masih mengepul dari reruntuhan rumah keluarga itu, yang kini tinggal tumpukan puing hangus. Sebuah rumah yang ditinggali dengan harapan, berubah menjadi kuburan dalam sekejap.
Gubernur wilayah Donetsk, Vadym Filashkin, tak bisa menyembunyikan amarahnya. Lewat unggahan di media sosial, ia menyampaikan belasungkawa sekaligus kecaman.
"Saya juga marah, karena orang tua tersebut secara sadar membuat keputusan untuk meninggalkan wilayah yang jauh dari garis depan dan membawa anak-anak mereka kembali di bawah bombardir musuh," ujar Filashkin dengan nada kesal.
Ini bukan kali pertama. Otoritas setempat kerap melaporkan kasus serupa para pengungsi yang memutuskan pulang ke zona bahaya, lalu menjadi korban berikutnya. Sebuah pola yang menyedihkan dan, sayangnya, terus berulang.
Artikel Terkait
Megawati Titip Pesan di Buku Tamu KBRI Abu Dhabi: Perjuangan Belum Selesai
Megawati Tinjau Layanan WNI di Abu Dhabi, Bahas Geopolitik dengan Dubes
Semeru Bergemuruh Tiga Kali dalam Satu Malam, Status Siaga Diperketat
Karaoke di Pinggir Tol, Pria 60 Tahun Ditegur Polisi Usai Live TikTok Viral