Ketegangan makin terasa dengan kabar latihan militer Iran. Beredar informasi bahwa Iran akan menggelar latihan tembak langsung di Selat Hormuz selama dua hari. Jalur itu vital, jadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Tapi ceritanya jadi berbelit. Seorang pejabat Iran, seperti dikutip Reuters pada Minggu, membantah rencana itu. Dia menyatakan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak punya agenda latihan semacam itu.
Ini menarik, karena Iran punya sejarah mengancam akan menutup selat itu jika diserang. AS sendiri sudah memperingatkan Iran agar tidak berperilaku 'tidak aman dan tidak profesional' di dekat pasukannya.
Menanggapi peringatan AS, Araghchi balik melontarkan kritik pedas.
"Militer AS kini berusaha mendikte bagaimana angkatan bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri," ujarnya.
Jadi, situasinya seperti ini: peringatan dikeluarkan, kapal perang dikirim, latihan militer dibantah, tapi ancaman masih menganga. Semuanya berlangsung dalam ketegangan yang nyaris bisa dirasakan dari jauh.
Artikel Terkait
Si Jago Merah Lumat Gudang Dekorasi dan Empat Ruko Tekstil di Tangsel
Gencatan Senjata Gaza Diterjang Bom, Anggota DPR Soroti Pelanggaran Israel
Pencarian 9 Hari di Bandung Barat: 74 Korban Longsor Ditemukan, 6 Masih Hilang
Liam dan Ayahnya Bebas dari Penahanan Imigrasi Setelah Perintah Hakim